Washington (ANTARA) - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance pada Rabu mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump menginginkan Iran untuk menjamin tidak memiliki senjata nuklir, dan mempertimbangkan berbagai opsi untuk berurusan dengan Teheran.
"Presiden telah memberi tahu seluruh tim seniornya bahwa kita harus mencoba untuk mencapai kesepakatan yang memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir," kata Vance kepada wartawan sebelum meninggalkan Azerbaijan.
"Namun, jika kita tidak dapat mencapai kesepakatan itu, maka ada opsi lain yang tersedia. Jadi saya pikir presiden akan terus mempertahankan opsi-opsinya," tambahnya.
Sebelumnya pada Selasa (10/2), Trump mengatakan bahwa dia sedang mempertimbangkan kemungkinan mengerahkan kelompok serang kapal induk kedua ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk kemungkinan kegagalan negosiasi dengan Iran.
Vance menambahkan bahwa AS sekarang fokus pada masalah senjata nuklir, bukan terkait perubahan rezim di Iran.
"Jika rakyat Iran ingin menggulingkan rezim, itu terserah rakyat Iran. Yang menjadi fokus kita saat ini adalah fakta bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Itu telah menjadi fokus kebijakan presiden, bahkan sejak pemerintahan pertama," kata Vance ketika ditanya pertanyaan terkait.
Pada 6 Februari lalu, pembicaraan antara delegasi AS dan Iran mengenai program nuklir Iran diadakan di ibu kota Oman, Muscat. Trump mengatakan pembicaraan berjalan dengan baik.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu (8/2) menyatakan bahwa Teheran bersikeras pada haknya untuk memperkaya uranium, bahkan jika hal ini berpotensi memicu perang.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti
Pewarta: M Razi RahmanUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026