Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) meminta stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) untuk memprioritaskan pengisian bahan bakar minyak (BBM) bagi truk bermuatan bahan pokok, guna mengoptimalkan dan melancarkan pendistribusian kebutuhan pangan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.
"Pengisian BBM untuk truk-truk bermuatan sembako ini harus diprioritaskan untuk menjaga stabilitas stok dan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran ini," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kepulauan Babel l Subekti Saputra di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan dalam menjaga stabilitas stok dan harga berbagai kebutuhan masyarakat menjelang Hari Idul Fitri 2026, Disperindag tidak hanya meminta SPBU untuk memprioritaskan pengisian BBM untuk truk bermuatan kebutuhan bahan pokok ini tetapi juga memprioritaskan bongkar muat kebutuhan pangan masyarakat di pelabuhan.
"Jika truk-truk bermuatan kebutuhan bahan pokok ini kesulitan mendapatkan BBM tentunya akan memperlambat penyaluran berbagai kebutuhan pokok ke masyarakat yang pada akhirnya memicu kenaikan harga menjelang Lebaran ini," katanya.
Menurut dia, saat ini antrean kendaraan di SPBU tidak lagi terlalu panjang, jika dibandingkan adanya isu akan terjadi kelangkaan BBM dampak perang Timur Tengah, dimana antrean panjang kendaraan terjadi di seluruh SPBU.
"Alhamdulillah, saat ini tidak ada lagi antrean panjang kendaraan di SPBU, namun demikian diharapkan SPBU untuk selalu memprioritaskan pengisian BBM truk angkutan pangan ini," katanya.
Ia menyatakan dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan bahan pokok ini, Disperindag Kepulauan Babel juga mengintensifkan pematauan stok dan harga di sejumlah pasar moderen dan tradisional di kabupaten dan kota.
"Alhamdulillah, saat ini stok berbagai kebutuhan masyarakat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Lebaran Idul Fitri tahun ini," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026