Distributor diharap mempercepat frekuensi order pasokan sembako dari Pulau Jawa untuk mengatasi kenaikan harga menjelang Lebaran Idul Fitri,
Pangkalpinang (Antara Babel) - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia meminta distributor sembilan bahan kebutuhan pokok masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menambah pasokan sembako lebih awal menjelang puasa Ramadhan.

"Distributor diharap mempercepat frekuensi order pasokan sembako dari Pulau Jawa untuk mengatasi kenaikan harga menjelang Lebaran Idul Fitri," kata Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri di Pangkalpinang, Kamis.

Penambahan pasokan lebih awal itu, kata dia, perlu dilakukan mengingat kondisi geografis Babel yang merupakan provinsi kepulauan dan ketergantungan pasokan sembako dari luar daerah yang tinggi.

Misalnya, katanya, kebutuhan beras masyarakat, sekitar 85 persen masih didatangkan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa dan Sumatera.

"Kasus kenaikan harga sembako di daerah ini tidak bisa disamakan dengan daerah di Pulau Jawa, karena membutuhkan waktu yang lama untuk mendatangkan pasokan berbagai kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, kata dia, penambahan stok lebih awal ini juga mengatasi kemacetan lalu lintas darat dan laut di daerah asal sembako, sehingga dapat mengganggu atau memperlambat pasokan sembako ke daerah setempat.

Misalnya, kondisi lalu lintas pada H-7 Lebaran di Jakarta yang tidak memperbolehkan truk bermuatan sembako lewat jalan tol menuju pelabuhan.

"Distributor harus memperhitungkan waktu atau lamanya pemasokan sembako dari daerah asal barang ke daerah ini. Jangan sampai waktu pengiriman sembako membutuhkan tujuh hari dan pada H-7 mudik Lebaran di Jakarta arus lalu lintas truk sudah tutup, pada akhirnya pasokan sembako ke daerah ini terhambat dan harga melonjak tinggi, karena stok kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tinggi," ujarnya.

         Berdasarkan catatan Kemendag, kata dia, kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran naik sekitar 10 hingga 20 persen.

         "Peningkatan kebutuhan masyarakat ini harus diantisipasi lebih awal, jangan sampai terjadi gejolak harga yang memberatkan ekonomi masyarakat menyambut Puasa dan Lebaran Idul Fitri," ujarnya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026