Belitung (ANTARA) - Khatib shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman kantor Bupati Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ustaz Eko Fitrajaya mengatakan peringatan Idul Adha 1447 Hijriah menjadi momentum untuk menyembelih penyakit hati.

‎"Peringatan Idul Adha 1447 Hijriah adalah momentum untuk menyembelih penyakit hati," katanya di hadapan ratusan jamaah shalat Idul Adha 1447 Hijriah yang berlangsung di halaman kantor Bupati Belitung, Rabu.

‎Ia mengatakan, esensi ibadah kurban Idul Adha 1447 Hijriah bukan terletak pada daging dan darah yang mengalir, melainkan pada hati yang tunduk dan patuh kepada perintah Allah SWT.

‎Disampaikan, ada orang yang mampu membeli dan menyembelih hewan kurban tapi belum mampu meninggalkan kesombongan dan menyembelih sifat iri dan dengki di dalam hati.

‎"Ada yang mampu berbagi daging kurban tapi masih sulit memaafkan kesalahan saudaranya sendiri," ujarnya.

‎Khatib menyampaikan, Idul Adha 1447 Hijriah juga menjadi momentum untuk menyembelih keangkuhan, kesombongan, kikir, rakus, tamak, dan penyakit hati yang seringkali mencekik nurani.

‎Dikatakan, Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim menyembelih putranya Nabi Ismail bukan karena Allah butuh dengan jiwa atau nyawa Ismail melainkan Allah SWT menguji letak cintanya Nabi Ibrahim AS.

‎"Apakah kepada sang putranya atau kepada Allah SWT," katanya.

‎Ia menambahkan, barangkali "Ismail" kita pada hari ini bukalah seorang anak melainkan jabatan yang digenggam erat, ego yang membuat sering merasa lebih baik dari yang lain.

‎"Namun yang menjadi pertanyaan apakah kita mampu menyembelih semua itu demi mengejar ridho Allah SWT di momentum Idul Adha 1447 Hijriah ini," ujarnya.



Pewarta: Apriliansyah
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026