Pangkalpinang (ANTARA) - Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Bangka Belitung memetakan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi dini karhutla selama musim kemarau ekstrem di daerah itu.
"Ancaman karhutla ini bukan hanya persoalan cuaca ekstrem tetapi perilaku masyarakat sosial yang membakar lahan saat musim kemarau," kata Kepala Biro Operasional Polda Kepulauan Babel Kombes Pol Muhammad Akbar Thamrin di Pangkalpinang, Rabu.
Hasil pemetaan, katanya, lokasi rawan karhutla di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebar di Kabupaten Bangka Selatan seluas 136.626 hektare hutan dengan rincian 27.558 hektare hutan lindung, 106.154 hektare hutan produksi dan 2.916 hektare hutan konservasi.
Di Kabupaten Bangka Tengah seluas 130.435,96 hektare dengan rincian hutan produksi 93.700 hektare, hutan lindung 30.705,20 hektare dan hutan konservasi 6.030 hektare. Bangka Barat seluas 136.626 hektare dengan rincian hutan produksi tetap 29.166,96 hektare, hutan produksi terbatas 43.698,75 hektare, hutan lindung 77.589,96 hektare dan hutan konservasi perairan 190,13 hektare.
Di Kabupaten Bangka seluas 96.641,19 hektare dengan rincian hutan produksi 66.489,49 hectare, hutan lindung 31.151,7 hektare, Belitung seluas 86.495,37 hektare dengan rincian hutan produksi 42.877,72 hektare, hutan lindung 41.363,15 hektare, hutan konservasi 480,36 hektare.
Di Kabupaten Belitung Timur seluas 99.578,55 hektare dengan rincian hutan produksi 55.879,80 hektare, hutan lindung 43.698,75 hektare dan potensi karhutla di Kota Pangkalpinang seluas 330 hektare dengan rincian hutan kota 60 hektare dan hutan lindung 66 hektare.
Potensi karhutla terbesar terdapat di Kabupaten Bangka Selatan karena memiliki titik panas yang banyak di daerah itu.
Dia mengatakan penyebab karhutla, antara lain musim kemarau panjang dan kelalaian masyarakat dengan membuang puntung rokok sembarangan pada lahan rumput kering.
Selain itu, kesengajaan oknum tidak bertanggung jawab melakukan pembakaran lahan kosong dan kering khususnya yang berada jauh dari pemukiman masyarakat.
"Kebakaran lahan dan hutan ini biasanya karena api yang merambat yang disebabkan masyarakat membakar sampah di sekitar lahan kering," katanya.
Pewarta: AprionisUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026