"Sektor pertanian sangat mendominasi struktur perekonomian Kabupaten Bangka tahun 90-an dan diharapkan dapat bergairah kembali,"Sungailiat (Antara Babel) - Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Tarmizi Saat mengatakan sektor pertanian lokal menjadi salah satu alternatif pasca penambangan timah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.
"Sektor pertanian sangat mendominasi struktur perekonomian Kabupaten Bangka tahun 90-an dan diharapkan dapat bergairah kembali,"Ujar Bupati Bangka ketika membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) RPJMD Kabupaten Bangka 2013-2018, Senin (18/11) di Aula Pertemuan Tanjung Pesona Sungailiat.
Ia mengatakan, penambangan timah secara ilegal oleh masyarakat semakin banyak, mengakibatkan banyaknya lahan yang rusak setelah penambangan. Tanah-tanah bekas galian timah ini menjadi tanah tandus akibat tidak adanya usaha untuk mengembalikan bekas-bekas tanah setelah penggalian.
"Usaha untuk mengurangi dampak negatif dari penambangan timah ini secara efisien dan berkelanjutan dapat dilakukan dengan pemanfaatan kembali lahan eks tambang timah dan memperbaiki atau memulihkan kembali lahan tersebut dengan meningkatkan kembali sektor pertanian untuk menunjang kesejahteraan ekonomi masyarakat.
Ia menyampaikan kabupaten yang siap menghadapi perubahan, mampu menghadapi dan mengatasi semua tantangan pembangunan, memiliki kapsitas dan daya saing yang kuat dalam kompetisi pembangunan di tingkat nasional bahkan internasional, maka diperlukan potensi sumber daya yang relatif lebih unggul dibandingkan daerah lain di Babel. Selain itu juga perlu paradigma dan pengelolaan yang baik.
Menurut dia, Pembangunan Kabupaten Bangka berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tidak pernah beranjak dari peringkat 3 setelah Pangkalpinang dan Belitung.
"Tingkat kesejahteraan masyarakat yang diindikasikan PDRB per kapita selalu berada di kisaran peringkat 4-6 setelah Babar, Bateng dan Belitung. Pertumbuhan ekonomi dikisaran 3-4 setelah Beltim, Belitung dan Pangkalpinang," jelas bupati.
Sementara itu tingkat kemiskinan lanjut dia, kabupaten Bangka di peringkat 4 setelah Bangka Barat, Pangkalpinang dan Bangka Selatan. Untuk tingkat pengangguran di peringkat 3 setelah Beltim dan Belitung. Sedangkan Indeks Pembangunan Gender, Kabupaten Bangka berada di peringkat 4.
"Untuk melaksanakan pembangunan kabupaten Bangka yang tertuang dalam visi misi yakni Bangka Bermartabat harus bertumpu pada 6 (enam) strategi dan arah kebijakan utama" Ujarnya.
Ia mengatakan, Keenam strategi tersebut yakni strategi pembangunan inklusif yang mengutamakan keadilan, keseimbangan dan pemerataan. Kedua, strategi pembangunan berdimensi kewilayahan, ketiga, strategi pembangunan yang mendorong integrasi sosial dan ekonomi antar kecamatan dan desa. Keempat, strategi pengembangan ekonomi lokal dalam rangka memperkuat daya saing perekonomian Kabupaten Bangka. Kelima, yakni strategi pembangunan disertai dengan pemerataan yang bertumpu pada keserasian pertumbuhan ekonomi dalam menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan dan mengurangi kerusakan lingkungan. Dan keenam, yakni strategi pengembangan kualitas manusia.
"Untuk mewujudkan semua itu perlu sinergitas dan paradigma berpikir dengan semua elemen masyarakat dan menjadi pekerjaan rumah kita bersama" jelas bupati.
Pewarta: Pewarta: KasmonoUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.