Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan prihatin kasus dugaan pengeroyokan siswi SMP di Pontianak, Audrey (14). Oleh karena itu, diminta orang tua untuk lebih memperhatikan pergaulan anak untuk mencegah tindak kekerasan di kalangan generasi penerus bangsa itu.

"Selaku orang tua harus memberikan nasehat kepada anak, bagaimana berlaku dan bergaul di sekolah dan lingkungannya," kata Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang, Kamis.

Menurut dia kasus dugaan pengeroyokan oleh siswi SMA terhadap Audrey di Pontianak beberapa waktu lalu merupakan tindakan tidak baik dan ini tidak terlepas dari peran orang tua dalam memberikan pendidikan di dalam keluarga.

"Kita tidak boleh menyerahkan seluruhnya kepada sekolah dan sekolah semua tanggung jawab mengawasi anak di lingkungan sekolah. Jika orang tuanya cuek, bagaimana guru memberikan pembinaan kepada anak-anaknya," ujarnya.

Oleh karena itu, diminta orang tua untuk selalu memberikan contoh dan mengajarkan anak memilih teman-teman yang baik dan sejiwa, agar pergaulan anak baik dan tidak melakukan hal-hal tidak terpuji yang akan merusak masa depannya.

"Ini harus bermula dari orang tua untuk selalu mendampingi anak memilih pergaulan yang baik," katanya.

Menurut dia dalam pergaulan anak, tidak perlu menonjolkan arogan, egois, tetapi lebih mengutamakan saling harga menghargai antarsesama agar tidak terjadi lagi kasus-kasus kekerasan seperti ini.

"Kami berharap kasus ini tidak terjadi di Bangka Belitung, karena ini akan berdampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di daerah ini," katanya. 

Pewarta: Aprionis

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019