Wakil Bupati Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Beling Syahbudin memberikan apresiasi etnis Tionghoa di daerahnya yang melaksanakan perayaan Peh cun.

"Saya memberikan apresiasi bagi masyarakat etnis Tionghoa yang merayakan tradisi Peh cun "Ng Ngiat Ciat" atau pesta pantai karena dapat mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah," katanya saat menghadiri perayaan Peh cun yang dipusatkan kawasan wisata Tongaci di Sungailiat, Jumat.

Wabup mengatakan tradisi Peh cun digelar oleh masyarakat etnis Tionghoa yang jatuh pada tanggal 5 bulan lima bertepatan pada kalender Imlek.

"Saya pesankan agar tradisi budaya ini harus dipertahankan dengan mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan," katanya.

Menurut dia, akulturasi budaya menjadi modal yang paling tepat dalam menjalin kerja sama antar masyarakat yang heterogen. Karena kehidupan bermasyarakat itu simbiosis mutualisme, yakni saling membutuhkan antara satu dengan lainnya.

"Perayaan Peh cun dirayakan bukan dari segi budayanya saja, tetapi juga nilai-nilai moral yang terkandung di dalamnya, inilah potret keharmonisan dan kemesraan budaya Tionghoa dengan kebudayaan asli Indonesia," katanya.

Ia menjelaskan, pengakuan budaya Tionghoa bagian dari budaya nasional yang sudah semestinya dilakukan, karena interaksi dari keduanya sudah berlangsung cukup lama, hal ini semakin memperkaya budaya Indonesia dengan membangkit secara bersama-sama.

"Menjaga identitas kebhinekaan dan integritas bangsa dengan kekuatan budaya merupakan bagian penting dari integritas Indonesia," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan keberagaman di dalamnya dengan menjunjung kebhinekaan dan kemajemukan bangsa dari segi ideologi, agama, suku dan politik.

"Perayaan Peh cun ini dapat menjadi warisan budaya yang langgeng dari generasi ke generasi sebagai awal perbaikan bangsa dengan berbasis kebhinekaan yang sangat plural dan bersinergikan segenap kekuatan bangsa Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik tentunya," katanya.

Menurut dia perayaan peh cun merupakan bagian dari kebudayaan etnis Tionghoa yang memiliki keunikan, sehingga pantas dilestarikan dalam menambah Hasanah budaya bangsa.

Pewarta: Kasmono

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2019