Pangkalpinang (Antara) - Kepala Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Provinsi Bangka Belitung (Babel), Hypson Effendi menyatakan, kotoran unggas impor atau berasal dari luar daerah diduga mengandung virus penyakit yang dapat mengganggu usaha ternak petani lokal.

"Perlu penelitian lebih lanjut untuk memastikan kotoran ternak tersebut mengandung virus penyakit flu burung, tetelo dan lainnya," kata Hypson Effendi di Pangkalpinang, Jumat.

Namun demikian, kata dia, kotoran ternak dari luar daerah ini perlu diwaspadai demi mewujudkan daerah berswasembada daging.

"Berbagai virus penyakit ternak ini harus diwaspadai, seiring kebutuhan kotoran ternak dari luar untuk pupuk kompos cukup tinggi," ujarnya.

Selama ini, kata dia, untuk memenuhi kebutuhan pupuk kandang atau kompos tanaman petani, Babel mengandalkan pasokan kotoran ternak dari luar daerah, karena ketersediaan kotoran ternak petani kurang.

"Kami telah berkoordinasi dengan pihak dinas pertanian, Balai Karantina Pertanian (BKP) untuk lebih memperketat masuknya kotoran ternak ini," ujarnya.

Pihak BKP, kata dia, selaku pengawas lalulintas produk pertanian di pintu-pintu masuk wilayah Babel, harus lebih ketat dan tegas menindak produk pertanian yang tidak memiliki dokumen kesehatan ternak, kotoran hewan dari daerah asal.

"Selama ini, kita hanya terfokus mengawasi lalulintas ayam, kucing, anjing, sapi dan ternak lainnya, sementara pengawasan terhadap lalulintas kotoran ternak ini masih kurang. Pada hal secara kasat mata mengandung berbagai penyakit," ujarnya.

Untuk itu, kata dia, lalulintas kotoran ternak ini harus menjadi perhatian bersama, demi perkembangan peternakan petani yang mulai bergairah mengembangkan usaha peternakannya," harapnya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015