Direktorat Polairud Polda Kepulauan Bangka Belitung, berhasil mengamankan satu unit kapal "Hantu" atau kapal tanpa identitas setelah dilakukan pengejaran oleh petugas menggunakan helikopter.

"Kapal tanpa identitas tersebut diamankan pada Sabtu (5/6) sekitar pukul 10.00 WIB di dalam hutan bakau Tanjung Jati Kabupaten Oki, Provinsi Sumsel dengan titik koordinat akhir berhentinya kapal (S 02.58'.57,3" E 106.02'.05,0")," kata Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, Senin.

Adapun kronologis penangkapan, yaitu pada Sabtu (5/6) sekitar pukul 06.30 WIB telah diterima informasi dari masyarakat nelayan di perairan Muntok Kabupaten Bangka Barat, bahwa adanya aktivitas kapal tanpa nama (kapal hantu) yang melintas di perairan Muntok Kabupaten Bangka Barat dengang kecepatan tinggi yang diduga membawa muatan ilegal.

Menindak lanjuti informasi tersebut, Wadirpolairud Polda Kepulauan Babel dan Iptu Asmadi melaksanakan koordinasi dengan pilot heli BKO Mabes Polri, kemudian pada pukul 07.30 WIB dilaksanakan breafing oleh Wadirpolairud kepada personel dan crew heli yang akan berangkat.

Selanjutnya Wadirpolairud beserta tim berangkat menggunakan helikopter BKO Mabes Polri menuju Pulau Maspari perairan Bangka Selatan. 

"Pada saat helikopter melintasi perairan Pulau Nangka Sungai Selan Kabupaten Bangka Tengah, terdeteksi dan terpantau secara visual satu unit kapal yang melaju dengan kecepatan tinggi. Kemudian pilot mengarahkan helikopter mendekati kapal tersebut dan ternyata kapal tersebut adalah benar kapal yang diduga membawa muatan ilegal," ujar Kapolda.
 
Kapal "Hantu". (babel.antaranews.com/Try Mustika Hardi)

Selanjutnya personel memberikan imbauan dengan menggunakan public speaking agar nakhoda menghentikan kapal tersebut, namun imbauan diabaikan oleh nakhoda.

Karena tidak diindahkan nakhoda, akhirnya personel helikopter memberikan tembakan peringatan ke arah haluan kapal namun tetap tidak diindahkan oleh nakhoda.

"Karena tidak diindahkan nakhoda, personel yang ada di dalam helikopter mengarahkan tembakan yang mengenai badan kapal namun tetap tidak diindahkan dan kapal tetap melaju dengan kencang," katanya.

Ia mengatakan, dalam masa pengejaran terlihat oleh Wadirpolairud dan tim adanya salah satu ABK kapal cepat tersebut membuang sesuatu ke lautan, setelah melihat itu personel kembali memberikan tembakan ke arah kapal namun nakhoda malah mengarahkan kapalnya ke wilayah pantai Sumatera dan menabrakkan kapalnya ke hutan bakau yang ada di Tanjung Jati  Kabupaten OKI, Provinsi Sumsel.

"Setelah kapal berhenti karena menabrak kayu-kayu besar di dalam hutan tersebut, nakhoda dan ABK melarikan diri ke dalam hutan bakau sehingga personel melakukan tembakan-tembakan agar nakhoda dan ABK tidak melarikan diri, namun tetap tidak diindahkan oleh mereka," katanya.

Dikatakannya, saat ini barang bukti kapal cepat tersebut masih berada di dalam hutan bakau tersebut.

"Karena lokasi tersebut berlumpur, jadi sangat sulit mengevakuasi kapal itu, karena haru menunggu benar-benar air pasang tinggi untuk melakuka  evakusasi," ujarnya.

Pewarta: Try Mustika Hardi

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021