PT Timah Tbk mewajibkan panitia pemotongan hewan kurban mengikuti tes usap antigen COVID-19 sebagai komitmen perusahaan mendukung program pemerintah mencegah dan memutus mata rantai penularan virus corona.

"Alhamdulillah, seluruh panitia hewan kurban di Masjid Al Furqon Kompleks Perumahan PT Timah negatif dari virus corona," kata Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan kegiatan tes cepat kepada seluruh panitia hewan kurban ini untuk memastikan orang-orang yang terlibat dalam proses pemotongan sapi dan kambing kurban dari jajaran Direksi PT Timah Tbk bebas dari paparan virus corona.

"Sebelum panitia ini masuk ke kawasan pemotongan hewan kurban, tim dokter terlebih dahulu memeriksa kesehatan dan melakukan tes cepat pada panitia. Jangan sampai terjadi penularan virus corona di klaster pemotongan hewan kurban," katanya.
 
Pemotongan hewan kurban PT Timah. (babel.antaranews.com/Aprionis)

Ia menyatakan jumlah hewan kurban di Masjid Al Furqon sebanyak 15 ekor sapi dan empat ekor kambing dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

"Daging kurban ini nantinya dibagikan secara langsung (dari rumah ke rumah) kepada warga sekitar masjid, sehingga mereka cukup menunggu daging di rumahnya," katanya.

Menurut dia, pembagian dari rumah ke rumah ini untuk mencegah penumpukan massa yang berpotensi terjadi penularan dan peningkatan kasus COVID-19.

"Selaku entitas negara, perusahaan akan terus melaksanakan komitmen dengan wujud yang konkret. Sesuai dengan fungsinya, manfaat hadirnya BUMN harus terus dirasakan oleh masyarakat," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021