Presiden Joko Widodo meninjau program vaksinasi massal yang dilaksanakan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk para siswa dan santri di Cilacap, Jawa Tengah. Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, Jokowi mengatakan vaksinasi massal itu digelar serentak di 10 provinsi di Indonesia, dengan 107.000 peserta vaksinasi.

"Hari ini divaksin 107.000 pelajar dan santri di 10 provinsi," kata Jokowi saat mengunjungi lokasi vaksinasi di SMAN 2 Cilacap. Jokowi berharap serbuan vaksinasi massal untuk pelajar dan santri ini bisa terus dilaksanakan agar pelajar maupun santri bisa segera melakukan pembelajaran tatap muka (PTM).

"Kita harapkan setelah divaksin, anak-anakku semuanya baik para pelajar maupun santri bisa melakukan PTM kembali. Tetapi kalau Kota dan Kabupatennya sudah level 3, silakan belajar tatap muka. Tentunya dengan protokol kesehatan (prokes), utamanya memakai masker. Itu titipan saya," ucap Jokowi berpesan. Jokowi menegaskan saat ini vaksin menjadi rebutan semua negara. Dari 220 negara memperebutkan vaksin itu, ada yang progres vaksinasinya sudah 60 persen, bahkan ada yang baru 2 persen.

"Rebutan itu beli loh, bukan gratisan. Artinya, membeli vaksin saat ini tidaklah mudah. Oleh sebab itu, kita berharap semuanya antusias untuk vaksinasi agar sekolah segera bisa tatap muka," tutur Jokowi. Dalam kunjungannya, Presiden Joko Widodo didampingi Kepala BIN Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga berbincang dengan para santri secara daring. Presiden menyapa pertama kali para santri dari Pesantren Alkhairaat Palu, Sulawesi Tengah. Presiden pun menyempatkan diri mendengarkan beberapa unek-unek dan komentar para santri Alkhairaat.

Seperti yang disampaikan Eri Irwansyah, Santri Alkhairaat Pusat Palu. Ia meminta agar jangan hanya santri yang divaksin, tetapi semua orang juga, entah orangtua maupun anak-anak. "Karena menurut dokter bahwa ini adalah vaksin dosis pertama, maka kami juga berharap agar vaksin dosis kedua bisa terlaksana dan berjalan dengan lancar, Insya Allah kami semua siap divaksin dosis kedua,” katanya.

Selain itu, Ahmad, salah seorang santri Pondok Pesantren Nurul Ali Magelang mengucapkan terimakasih untuk program vaksinasi itu. Dia juga melaporkan telah melaksanakan pembelajaran dengan aman. Adapun vaksinasi door to door atau dari pintui ke pintu, vaksinasi santri, dan vaksinasi pelajar digelar BIN secara serentak di 10 provinsi dengan total 107.000 dosis. Selain Jawa Tengah, sembilan provinsi lainnya adalah Jawa Timur, Sumatera Utara, Riau, Lampung, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Maluku.

BIN turut memberikan bantuan sosial dalam kegiatan vaksinasi ini. Warga yang divaksin secara dari pintu ke pintu menerima paket sembako, sedangkan para santri dan pelajar menerima paket vitamin.

Pewarta: Fauzi

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021