Stasiun Meteorologi Kelas III H. AS Hanandjoeddin, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan pertumbuhan awan konvektif memicu tingginya curah hujan di daerah itu.

"Awan konvektif adalah awan basah atau letaknnya rendah yang berpotensi menimbulkan terjadinya hujan," kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Kelas III H. AS Hanandjoeddin, Ridwanto di Tanjung Pandan, Selasa.

Menurut dia, pertumbuhan awan konvektif tersebut disebabkan adanya pembentukan siklon di perairan laut Hindia dan pembelokan arah angin menuju Filipina tepat berada di utara Pulau Belitung.

"Kondisi ini menghambat bertiupnya angin sehingga memicu tumbuhnya awan konvektif atau awan hujan," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, kondisi tersebut juga berpotensi menyebabkan curah hujan tinggi selama satu minggu ke depan dengan intensintas yang bervariasi mulai dari ringan, sedang dan lebat disertai petir.

"Karena Belitung merupakan wilayah Kepulauan maka pembentukan awan konvektif biasanya menjelang siang hari dan sore hari sehingga pada waktu tersebut berpotensi terjadinya hujan," katanya.

BMKG Tanjung Pandan mengimbau masyarakat di daerah itu mewaspadai  potensi terjadinya bencana hidroemeteroologi seperti angin kencang, banjir dan gelombang pasang.

"Karena saat ini kita sedang memasuki fase peralihan dari musim kemarau menuju penghujan," ujarnya.

Di samping itu, faktor cuaca ekstrem sekarang ini juga dipengaruhi oleh fenomena badai La Nina yang mulai melanda Indonesia.

"Namun secara umum ini memang disebabkan oleh peralihan musim apalagi saat ini sudah November atau sudah masuk musim penghujan dan puncaknya nanti di Desember hingga Januari," kata dia.

Pewarta: Apriliansyah

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2021