Koba (Antara Babel) - Gabungan kelompok tani Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar, Bangka Tengah, Bangka Belitung membudidayakan ribuan batang tanaman gaharu sebagai usaha alternatif untuk meningkatkan perekonomian.

"Sekarang sudah tercatat sebanyak 10 kelompok tani yang dibentuk khusus untuk mengelola tanaman gaharu yang merupakan  gabungan kelompok tani (Gapoktan) khusus dibina pemerintah daerah agar bisa berkembang dan mampu meningkatkan perekonomian," kata Budi Candra, pembina Gapoktan Lubuk Pabrik, Selasa.

Menurut dia, pembudidayaan tanaman gaharu oleh Gapoktan ini sudah dilakukan sejak 2009 dan pola inokulasi baru dilakukan setelah mendapat pembinaan dari pemerintah daerah.

"Awalnya masyarakat hanya melakukan tanaman gaharu alam dengan konsep tanaman sela atau ditanam disela pohon sawit dan karet yang hasilnya belum bisa diharapkan," ujarnya.

Pola inokulasi mulai dilakukan sejak dibentuknya gabungan kelompok tani dan disediakan lahan khusus untuk tanaman gaharu.

Pola inokulasi ini tergolong berhasil, dengan menggunakan obat perangsang maka kelompok tani bisa memproduksi gaharu sekali dalam satu tahun.

"Setiap orang yang tergabung di dalam Gapoktan diwajibkan minimal menanam 500 batang pohon gaharu dan sejak 2009 hingga sekarang pohon gaharu sudah mencapai ratusan ribu batang," katanya.

Menurut dia, pola suntik mampu menghasilkan minimal tiga kilo gram bongkahan atau kubal gaharu per batang dan bahkan bisa mencapai lima kilo gram jika kondisi batang tumbuh subur.

"Harga gaharu cukup menjanjikan, sekarang harganya sudah mencapai Rp3 hingga Rp5 juta per kilo gram atau tergantung kualitas gaharu," ujarnya.

Pemasaran gaharu kata dia cukup menjanjikan karena permintaan cukup tinggi, namun belum disediakan pasar khusus gaharu atau hanya berdasarkan permintaan.

"Pengembangan tanaman gaharu yang dilakukan para kelompok tani mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah, mulai dari melakukan pembinaan pelatihan, bantuan bibit dan obat inokulasi gaharu," jelasnya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2015