PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) menyatakan terjadinya tren pertumbuhan pemanfaatan resi gudang di Indonesia bisa menjadi peluang usaha yang bagus untuk dimanfaatkan para pebisnis.

"Pertumbuhan baik dari sisi registrasi sistem resi gudang (SRG), volume barang maupun nilai pembiayaan pada tahun 2021 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Ini bisa menjadi alternatif baru bagi pebisnis untuk membangun gudang SRG," kata Direktur Utama PT KBI Fajar Wibhiyadi melalui rilis yang diterima Antara di Pangkalpinang, Kamis.

Fajar mengatakan, pada 2021 pemanfaatan resi gudang di Indonesia mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu pada sisi pembiayaan tumbuh 173,2 miliar, jumlah barang yang diregistrasi bertambah 206 resi gudang dan volume barang meningkat 4.378 ton.

Ia menjelaskan, di tahun 2021 jumlah resi gudang yang diregistrasi mencapai 633 resi gudang, volume 13.968 ton dengan nilai pembiayaan Rp277 miliar, sedangkan tahun sebelumnya jumlah resi gudang yang diregistrasi mencapai 427, volume 9.590 ton dengan nilai pembiayaan Rp93,8 miliar.



"Berdasarkan data pada Januari-Februari 2022 tercatat registrasi 83 resi gudang, volume barang 2.067 ton dengan nilai pembiayaan sebesar Rp185,7 miliar," ujarnya.

Menurut dia, pemanfaatan resi gudang diyakini akan terus mengalami pertumbuhan dan hal ini tentunya memberikan peluang bisnis baru bagi kalangan usaha, yaitu dengan membangun gudang SRG.

Indonesia memiliki kekayaan berupa komoditas yang besar dan tersebar di berbagai wilayah yang akan membutuhkan gudang-gudang untuk menjadi gudang SRG. Para pebisnis atau kalangan usaha dapat dapat ikut berperan membangun gudang SRG di berbagai daerah jika ingin menangkap potensi besar ini.

Untuk saat ini, kata dia, jumlah gudang SRG aktif sebanyak 233 gudang tersebar di sejumlah provinsi, yaitu Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Bali, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Aceh, Maluku dan Bangka Belitung.



Fajar menambahkan, KBI sebagai pusat registrasi akan terus meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya para petani, pemilik komoditas dan pengelola gudang terkait registrasi resi gudang.

"Saat ini, kami telah menyiapkan aplikasi registrasi resi gudang IS-Ware NextGen, dengan aplikasi berbasis teknologi 'blockchain' dan 'smart contract'. Ini akan memberikan kemudahan dan keamanan bagi pemilik komoditas untuk melakukan registrasi," katanya.

KBI bersama pemangku kepentingan lain juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi terkait manfaat resi gudang ini kepada masyarakat.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Bappebti Widiastuti mengharapkan gudang-gudang SRG bisa menjangkau semua wilayah di Indonesia.

"Bappebti terus melakukan komunikasi dengan para pemangku kepentingan dalam upaya untuk meningkatkan jumlah gudang SRG ini. Selain upaya untuk meningkatkan jumlah gudang SRG, melalui gudang gudang swasta untuk menjadi gudang SRG, sehingga pemanfaatan peran dan manfaat SRG dapat dirasakan masyarakat dan pelaku usaha," kata Widiastuti.

Bappebti juga melakukan pengawasan terhadap gudang-gudang SRG yang ada, sehingga dapat menjadi tempat penyimpanan komoditas secara aman, serta memenuhi standar mutu.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 14 Tahun 2021 yang merupakan perubahan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 33 Tahun 2020 tentang Barang dan Persyaratan Barang yang dapat disimpan dalam Sistem Resi Gudang, komoditas yang dapat masuk ke SRG, meliputi beras, gabah, jagung, kopi, kakao, karet, garam, lada, pala, ikan, bawang merah, rotan, teh, rumput laut, gambir, timah, gula kristal putih, kedelai dan ayam karkas beku.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022