Pemerintah Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mendorong petani sawah untuk mengurangi penggunaan pestisida kimia guna mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan.

"Kami mendorong petani sawah mengurangi penggunaan pestisida kimia sehingga terwujudnya pertanian yang ramah lingkungan dan pangan aman bagi masyarakat," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Belitung Destika Efenly di Tanjung Pandan, Rabu.

Ia mengatakan pengurangan pestisida kimia ini harus dilakukan agar kepedulian petani sawah terhadap perlindungan tanamannya semakin meningkat.

"Selama ini petani hanya mengandalkan penggunaan pestisida, padahal harga pestisida non organik (kimia) semakin tinggi," ujarnya.

Menurut dia, petani dapat membuat pestisida alami (organik) guna mencegah serangan hama dengan harga yang lebih murah.

"Misalnya pestisida yang terbuat dari limbah daun mimba, serai wangi, dan lengkuas yang telah terbukti mampu mengendalikan serangan hama tanpa merusak kemampuan produksi padi," katanya.

Selain itu, petani sawah juga dapat menggunakan inovasi light trap atau lampu perangkap hama untuk mengendalikan serangan hama terutama saat malam hari seperti wereng dan hama penggerek lainnya.

"Cara sederhana ini cukup mampu menekan biaya produksi sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Destika menyebutkan, saat ini tiga kelompok tani di daerah itu yakni Agro Kenupu di Desa Cerucuk, Setia Kawan dan Krida Tama di Desa Perawas telah mengurangi penggunaan pestisida kimia melalui program aksi petani peduli perlindungan tanaman (Aksi Tali Intan).

"Program tersebut terbukti mampu meningkatkan produksi padi dari 2,8 gabah kering panen per hektare menjadi 3,1 gabah kering panen per hektare," katanya.

Ia pun memastikan program aksi petani peduli perlindungan tanaman akan berlanjut di kawasan persawahan lainnya guna meningkatkan produksi padi di daerah itu.

"Program ini akan kami tetap akan kami lanjutkan karena memang untuk mengukur keberhasilan kami perlu melihat dua kali atau tiga kali hasil panen," ujar Destika.

Pewarta: Kasmono

Editor : Rustam Effendi


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022