Presiden Uni Emirat Arab (UAE) Sheikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan akan berangkat ke Rusia pada Selasa untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin, kantor berita negara UAE, WAM, melaporkan pada Senin (10/10).

Kementerian luar negeri UAE mengatakan kunjungan al-Nahyan itu ditujukan untuk membantu upaya mencapai "solusi politik yang efektif" untuk krisis Ukraina, kata WAM.

UAE berupaya mencapai "hasil positif terkait penurunan ketegangan militer, mengurangi dampak buruk pada kemanusiaan, serta penyelesaian politik guna mewujudkan perdamaian dan keamanan global," kata kemenlu UAE.

Lawatan sang presiden UAE itu dilakukan kurang dari satu pekan setelah OPEC+ sepakat memutuskan untuk menurunkan secara tajam produksi minyak --langkah yang berlawanan dengan tekanan dari Amerika Serikat.

OPEC+ adalah kelompok negara produsen minyak yang termasuk UAE dan Rusia.

Baca juga: Amerika Serikat janjikan lebih banyak senjata untuk Ukraina setelah serangan Rusia

Baca juga: Rusia larang transportasi "negara tak bersahabat" lintasi wilayahnya

Keputusan OPEC yang dipimpin Arab Saudi serta oleh sekutu-sekutunya yang dipimpin Rusia, dalam OPEC+, itu meningkatkan ketegangan antara Amerika Serikat dan negara-negara sekutu lama AS di Teluk, yaitu Arab Saudi dan UAE, kata beberapa sumber.

Pemerintah Presiden AS Joe Biden sebelumnya berusaha keras mencegah ada pengurangan produksi minyak.

Pemerintah AS berharap bisa menjaga harga bensin menjelang pemilihan paruh waktu, momen yang bisa membuat Partai Demokrat kehilangan kendali di Kongres.

Biden pada Juli berkunjung ke Jeddah, Arab Saudi, dalam rangka menghadiri KTT Teluk untuk memperbaiki hubungan.

Namun, ia kembali ke AS tanpa membukukan kesepakatan soal peningkatan produksi minyak.

Sumber: Reuters

Pewarta: Tia Mutiasari

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022