Sebanyak 440 tenaga kesehatan di Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sudah mendapatkan vaksin COVID-19 dosis keempat.

Kepala Dinas Kesehatan Bangka Tengah, dr Anas Maaruf di Koba, Senin, menjelaskan sudah tercatat sebesar 40,80 persen tenaga kesehatan yang sudah disuntik vaksin dosis keempat dari total sebanyak 1.077 sasaran.

Sementara vaksinasi dosis ketiga tercatat sebanyak 1.197 orang, dosis kedua sebanyak 1.253 orang dan dosis satu tercatat sebanyak 1.298 orang.

"Kita terus gencarkan penyuntikan vaksin dosis keempat untuk tenaga kesehatan karena mereka adalah garda terdepan dalam melakukan pertolongan pertama kepada pasien yang terpapar virus corona," kata Anas.

Pemkab Bangka Tengah sudah mendistribusikan vaksin dosis keempat ke seluruh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) dan para tenaga kesehatan bisa mendapatkannya di Puskesmas terdekat.

"Kita tidak menyiapkan gerai khusus untuk dosis empat ini, stok vaksin kami siapkan di seluruh Puskesmas," katanya.

Selain vaksin dosis keempat, pemerintah daerah setempat juga menggencarkan pemberian vaksin dosis ketiga atau vaksin penguat (booster) untuk kalangan masyarakat umum (kecuali kalangan anak).

Hingga saat ini, berdasarkan data Dinkes Bangka Tengah tercatat sebanyak 48.193 warga yang sudah mendapatkan dosis vaksin penguat atau sebesar 31,44 persen dari total 153.277 warga sasaran.

"Akselerasi untuk vaksin booster masih perlu ditingkatkan hingga ke pelosok desa dan semua pusat kesehatan masyarakat kita dorong mempercepat pemberian vaksin dosis 3 ini," katanya.

Data tabulasi perkembangan kasus COVID-19 di Dinkes Bangka Tengah tercatat total warga yang terkonfirmasi positif sebanyak 8.138 orang.

Dari angka 8.138 itu, sebanyak 201 orang meninggal dunia dan sisanya dinyatakan sudah sembuh.

Anas mengimbau warga tetap menaati protokol kesehatan COVID-19 kendati kasusnya sudah mulai melandai sejak Mei 2022.

"Kasusnya sudah mulai melandai, tapi kami imbau warga tidak lengah karena virus corona belum hilang. Saat ini kita menemukan satu kasus baru, setelah sebelumnya sempat zero kasus selama beberapa bulan," katanya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022