Harga saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) ditutup menguat 1,1 persen ke level Rp1.380 menjelang cum date Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue yang akan jatuh pada 22 Desember 2022.

Cum date atau cumulative date merupakan batas terakhir investor dapat membeli saham suatu emiten agar tercatat sebagai salah satu investor yang berhak untuk menerima hak atas aksi korporasi emiten tersebut.

Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, disebutkan bahwa investor yang ingin mendapatkan hak untuk kemudian dikonversi menjadi saham baru, maka harus memburu saham BBTN paling lambat 22 Desember.

Rights issue BBTN dinilai menyimpan daya tarik tinggi karena dilakukan pada harga Rp1.200. Harga pelaksanaan itu lebih rendah dari harga saham induk yang ditransaksikan di level Rp1.380.

Jika Price Book Value (PBV) saham BBTN saat ini sebesar 0,7x, maka PBV dari harga pelaksanaan rights issue hanya sebesar 0,5x. Sementara itu, 1x nilai buku BBTN ada di harga Rp2.030.

"Saat ini harga saham BBTN sudah kelewat murah (undervalue) dan harga rights issue-nya masih diskon pula. Dan dana rights issue sepenuhnya digunakan untuk menaikkan rasio permodalan sehingga dapat meningkatkan kapasitas penyaluran kredit. Mestinya sih, at least di Rp2.000 (harga wajarnya)," kata Direktur dan Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma.

Selain mencerminkan minat investor terhadap rights issue, penguatan harga saham BBTN hari ini juga menunjukkan manuver asing yang mulai terpantau melakukan akumulasi. Asing tercatat melakukan beli bersih (net foreign buy) melalui Kim Eng Sekuritas (kode broker ZP) sebanyak 2,3 juta lembar.

Sedangkan sekuritas lokal Trimegah (LG) tercatat sebagai penjual terbesar sebanyak 2,6 juta lembar. Adapun total saham yang diperjualbelikan mencapai 7 juta lembar.

Prospek harga saham BBTN ke depan disebut akan dipengaruhi oleh valuasi saham induk BBTN yang masih lebih murah dengan bank lainnya. Saat ini harga saham BBTN diperdagangkan pada 0,67x PBV, dibandingkan dengan BBCA di sekitar 5x PBV, BBRI di 2,54x dan BMRI di 2,22x PBV.

Jika dibandingkan dengan kompetitornya, saham BBTN mungkin masuk radar window dressing yang lazim terjadi pada akhir tahun. Bila kembali ke 1x PBV, maka hal itu mencerminkan kenaikan saham BBTN sekitar 49 persen dibandingkan harga akhir pekan lalu.

"Tidak muluk-muluk harga saham BBTN bisa kembali ke 1x PBV bahkan lebih," kata analis Jasa Utama Capital Sekuritas Cheryl Tanuwidjaja.

Secara fundamental, kinerja BBTN juga diprediksi tumbuh solid pada tahun depan yang didukung oleh permodalan yang kuat dan likuiditas yang melimpah, termasuk dana murah. Sejumlah sekuritas memberikan prediksi positif untuk kinerja BTN pada tahun depan, pasca rights issue.

Salah satunya adalah riset Kiwoom Sekuritas Indonesia yang menyatakan aksi korporasi rights issue yang akan dilakukan oleh BBTN akan menopang kinerja pada tahun depan.

"Kami melihat ini bisa meningkatkan capital adequacy ratio (CAR) BBTN," tulis riset Kiwoom.

BTN akan menggelar rights issue dengan melepas 3,44 miliar saham baru atau setara 24,54 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga pelaksanaan Rp1.200 maka BTN berpeluang meraih tambahan modal Rp4,13 triliun.

Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham pengendali akan melaksanakan seluruh haknya dengan menyuntikkan tambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp2,48 triliun.

Pemegang 100 juta saham lama yang namanya tercatat dalam dafar pemegang saham (DPS) perseroan pada tanggal terakhir pencatatan (recording date) pada pukul 16.00 WIB berhak atas 32.525.443 HMETD. Setiap 1 HMETD berhak untuk ditukar menjadi 1 saham baru dengan harga Rp1.200.

Adapun jadwal pelaksanaan rights issue BBTN adalah sebagai berikut.
- Cum-right di pasar reguler & negosiasi: 22 Desember 2022
- Cum-right di pasar tunai: 26 Desember 2022
- Recording date: 26 Desember 2022
- Masa Pelaksanaan HMETD: 28 Desember 2022 - 5 Januari 2023
- Masa Perdagangan HMETD: 28 Desember 2022 - 5 Januari 2023

Pewarta: Citro Atmoko

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2022