Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE), untuk mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang transparan, inovatif dan akuntabel.

"Kita sudah mulai menerapkan pelayanan berbasis elektronik, baik dalam pelayanan publik maupuan dalam pola kerja di seluruh instansi," kata Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid di Toboali, Jumat.

Pemkab Bangka Selatan menciptakan sebuah aplikasi yang diberi nama Srikandi, sebagai inovasi terbaru dalam mendukung SPBE.

"SPBE lebih memudahkan dalam bekerja karena dapat berkolaborasi antar instansi pemerintahan dalam melaksanakan urusan dan tugas, untuk mencapai tujuan bersama," kata bupati.

Pemerintahan berbasis elektronik kata bupati juga dapat meningkatkan kualitas kerja dan jangkauan pelayanan publik lebih luas, karena tidak dibatasi ruang dan waktu.

"Aplikasi Srikandi yang kita ciptakan sudah mencakupi semua pelayanan publik yang berbasi digital, termasuk tanda tangan elektronik dan urusan surat menyurat sudah menggunakan sistem elektronik dan barcode," ujarnya.

Bupati mengatakan, dengan SPBE pemerintah daerah bisa melakukan penghematan pengeluaran terkait dengan biaya administrasi dan alat tulis kantor.

"Saya tentu mengapresiasi jajaran pemerintahan yang sudah membawa tata kelola pemerintahan berbasis elektronik," ujarnya.

Ia mengatakan, sejak Pemkab Bangka Selatan menjalankan fungsi pemerintahan sebagai sebuah daerah otonom, sistem administrasi pemerintah dilakukan secara konvensional.

"Namun setelah 20 tahun berdirinya Bangka Selatan, tepatnya 2023 ini kita akhirnya mampu menerapkan sistem administrasi berbasis elektronik, salah satunya dengan menggunakan aplikasi Srikandi," ujarnya.

Pewarta: Ahmadi/Juniardi

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023