Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mencatat realisasi investasi di daerah ini pada triwulan pertama tahun 2023 mencapai Rp1,66 triliun.

"Sektor penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp228 miliar dan sektor penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp1,433 triliun dengan jumlah proyek PMA sebanyak 109 usaha dan proyek PMDN sebanyak 713 usaha," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Babel Darlan, di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan pada tahun ini Babel mendapatkan target investasi dari Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) sebesar Rp21 triliun. Target di ini meningkatkan tiga kali lipat dari tahun 2022 yang hanya Rp6,67 triliun.

"Meski target tersebut naik tiga kali lipat, namun kami tetap optimistis dapat tercapai, karena pada tiga bulan awal investasi sudah mencapai Rp1,66 triliun," ujarnya pula.

Ia menjelaskan terdapat tiga sektor dominan PMA di Babel, yakni tanaman pangan dan perkebunan sebesar 32 persen, industri makanan sebesar 30 persen, dan listrik, gas, air sebesar 24 persen.

Sedangkan tiga sektor dominan PMDN di Babel, yaitu industri makanan sebesar 22 persen, pertambangan sebesar 21 persen, dan yang hotel serta restoran sebesar 14 persen.

"Tiga sektor dominan untuk PMA dan PMDN di Babel, yaitu industri makanan sebesar 23 persen, pertambangan sebesar 18 persen, serta tanaman pangan dan perkebunan sebesar 12 persen. Ada tiga negara yang dominan berinvestasi di Babel, yaitu Singapura, Malaysia dan Hong Kong," katanya lagi.

Pada sisi penyerapan tenaga kerja, untuk PMA sebanyak 703 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan lima Tenaga Kerja Asing (TKA). Sementara itu untuk PMDN menyerap sebanyak 995 TKI dan 17 TKA.

Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta/Elza Elvia

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023