Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak jenis sapi untuk mencegah penyakit Lumpy Skin Disease (LSD).

"Saat ini sudah tercatat sebanyak 1.000 sapi yang kita berikan dosis vaksin anti LSD," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Dian Akbarini di Koba, Senin.

LSD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus menyerang hewan sapi dengan ciri adanya benjolan pada kulit sapi.

"LSD ini tidak menyebabkan penyakit kronis, namun sulit diberantas tanpa dilakukan upaya vaksinasi," ujarnya.

Dia mengatakan ada beberapa tanda klinis hewan terserang LSD, yakni demam hingga 41 derajat Celsius, benjolan, saliva berlebihan, penurunan produksi susu, depresi, anoreksi, dan kurus.

"Jika ternak ini tidak divaksin kemungkinan akan terjadi edema atau bengkak pada kaki," ujarnya.

Pihaknya sejauh ini sudah menemukan 20 ekor sapi yang terserang LSD dari total 6.000 populasi sapi di daerah itu.

"Sebanyak 20 sapi yang sempat terserang LSD itu sudah berhasil disembuhkan, maka diperlukan vaksinasi sebagai langkah antisipasi," ujarnya.

Menurut dia, LSD bisa menyebabkan keguguran pada sapi betina, kerusakan permanen pada kulit, penurunan atau kehilangan kemampuan reproduksi dan kehilangan kondisi tubuh.

"Para peternak bisa melakukan antisipasi, seperti memantau dan memisahkan ternak yang dicurigai LSD dengan ternak lainnya, tidak menjual ternak sakit, pembersihan kandang dan penyemprotan insektisida untuk membunuh vektor penular," katanya.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023