Muntok (Antara Babel) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat selama 2015 Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di daerah itu bertambah sebanyak 341 unit.
"Pada 2014 kami mencatat 1.687 UKM yang tersebar di seluruh enam kecamatan, sedangkan pada 2015 sebanyak 2.028 atau tumbuh 341 unit usaha," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat, Herzon di Muntok, Selasa.
Ia menerangkan, dari seluruh UKM tersebut masih didominasi usaha pengolahan pangan yang jumlahnya mencapai 1.003 unit usaha, disusul usaha kerajinan anyaman 296, perbengkelan 282, kerajinan sandang 133, tukang kayu 112, perajin tahu tempe 93, perajin genteng dan batako 59, dan terakhir usaha air minum isi ulang sebanyak 50 unit.
Ia mengatakan, sebanyak 1.003 usaha makanan tersebut berasal dari Kecamatan Muntok sebanyak 214 unit, Simpangteritip 100, Jebus 182, Parittiga 193, Tempilang 188 dan Kecamatan Kelapa sebanyak 126 unit.
"Usaha pengolahan makanan memang diminati karena mudah cara pembuatannya dan dibutuhkan setiap hari, modal awal produksi juga tidak terlalu mahal," katanya.
Agar usaha yang dijalankan berjalan dan berkembang sesuai harapan, kata dia, pihaknya akan terus memaksimalkan peran petugas penyuluh untuk melakukan pendampingan usaha dan manajemen.
"Kami berharap para petugas penyuluh mampu meningkatkan daya saing UKM lokal," ucapnya.
Selain itu, pemkab juga mendorong agar para pelaku usaha bergabung dengan koperasi atau membentuk koperasi baru agar bisa menerima berbagai bantuan yang akan disalurkan pemerintah.
"Pembentukan koperasi penting dilakukan untuk menguatkan usaha yang digeluti dan memudahkan kami memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, seperti peralatan, modal usaha, keterampilan dan lainnya," katanya.
Pemerintah daerah akan terus berupaya menumbuhkan jumlah usaha baru melalui berbagai pelatihan yang dilaksanakan rutin setiap tahun.
Tahun lalu pemkab menggelar pelatihan kerajinan keramik, tahun ini pelatihan sablon dan membatik, tahun depan direncanakan pelatihan keterampilan menganyam bambu, pandan laut dan pengolahan rotan.
"Kami harapkan upaya tersebut bisa merangsang masyarakat untuk membuka usaha baru memanfaatkan peluang pasar yang saat ini masih terbuka lebar," katanya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016
"Pada 2014 kami mencatat 1.687 UKM yang tersebar di seluruh enam kecamatan, sedangkan pada 2015 sebanyak 2.028 atau tumbuh 341 unit usaha," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Bangka Barat, Herzon di Muntok, Selasa.
Ia menerangkan, dari seluruh UKM tersebut masih didominasi usaha pengolahan pangan yang jumlahnya mencapai 1.003 unit usaha, disusul usaha kerajinan anyaman 296, perbengkelan 282, kerajinan sandang 133, tukang kayu 112, perajin tahu tempe 93, perajin genteng dan batako 59, dan terakhir usaha air minum isi ulang sebanyak 50 unit.
Ia mengatakan, sebanyak 1.003 usaha makanan tersebut berasal dari Kecamatan Muntok sebanyak 214 unit, Simpangteritip 100, Jebus 182, Parittiga 193, Tempilang 188 dan Kecamatan Kelapa sebanyak 126 unit.
"Usaha pengolahan makanan memang diminati karena mudah cara pembuatannya dan dibutuhkan setiap hari, modal awal produksi juga tidak terlalu mahal," katanya.
Agar usaha yang dijalankan berjalan dan berkembang sesuai harapan, kata dia, pihaknya akan terus memaksimalkan peran petugas penyuluh untuk melakukan pendampingan usaha dan manajemen.
"Kami berharap para petugas penyuluh mampu meningkatkan daya saing UKM lokal," ucapnya.
Selain itu, pemkab juga mendorong agar para pelaku usaha bergabung dengan koperasi atau membentuk koperasi baru agar bisa menerima berbagai bantuan yang akan disalurkan pemerintah.
"Pembentukan koperasi penting dilakukan untuk menguatkan usaha yang digeluti dan memudahkan kami memberikan bantuan dalam berbagai bentuk, seperti peralatan, modal usaha, keterampilan dan lainnya," katanya.
Pemerintah daerah akan terus berupaya menumbuhkan jumlah usaha baru melalui berbagai pelatihan yang dilaksanakan rutin setiap tahun.
Tahun lalu pemkab menggelar pelatihan kerajinan keramik, tahun ini pelatihan sablon dan membatik, tahun depan direncanakan pelatihan keterampilan menganyam bambu, pandan laut dan pengolahan rotan.
"Kami harapkan upaya tersebut bisa merangsang masyarakat untuk membuka usaha baru memanfaatkan peluang pasar yang saat ini masih terbuka lebar," katanya.
Editor : Mulki
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016