Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo menyebut rakyat Indonesia dapat berbahagia apabila pemerintah tidak "baperan" (bawa perasaan) jika ada kritik.

Ganjar di akhir debat calon presiden di KPU Pusat Jakarta, Selasa malam, menyampaikan tentang bagaimana pemerintah betul-betul bisa melayani dengan memberikan teladan dari pemimpin tertinggi yang antikorupsi, menunjukkan integritas, menunjukkan layanan pemerintah yang mudah, murah cepat, dan sat-set.

"Kalau itu bisa kita lakukan maka betapa bahagianya rakyat ini, pemerintah ini ada, yang ketika dikritik tidak 'baperan', yang ketika media menulis, mereka merasa ini vitamin buat dirinya. Bukan sedang merongrong, apalagi merasa terancam," ujar dia.

Menurutnya, jika kemudian demokratisasi ini bisa dilaksanakan dengan baik sesuai dengan amanah reformasi, maka tidak ada lagi cerita mengenai intimidasi yang dirasakan jurnalis,Sinta, seniman Butet Kertaradjasa dan Ketua BEM UI Melki Sadek.

Baca juga: Ganjar: Kerugian negara akibat korupsi bisa bangun 27 ribu puskesmas

Baca juga: Ganjar respons Prabowo bahwa penanganan konflik di Papua butuh dialog

"Tidak ada itu, karena dewasa kita dalam demokrasi," ujar Ganjar.

Ganjar mengatakan dalam penghormatan terhadap hak, ia mengajari masyarakat untuk konsisten antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Ganjar menyatakan dirinya berdiri bersama korban untuk keadilan.

KPU menyelenggarakan debat pertama capres-cawapres Pilpres 2024 di Jakarta, Selasa, dengan tema pemerintahan, hukum, HAM, pemberantasan korupsi, penguatan demokrasi, peningkatan layanan publik, dan kerukunan warga.

Debat diikuti tiga pasangan capres-cawapres yakni nomor urut 1 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, dan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Rangkaian debat akan dilanjutkan pada 22 Desember 2023, 7 Januari 2024, 21 Januari 2024, dan 4 Februari 2024.

Baca juga: Debat capres, Ganjar ingatkan Prabowo soal kelangkaan pupuk di Indonesia

Baca juga: Debat Capres, Ganjar paparkan visi pemerataan pembangunan SDM nasional

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2023