Meksiko City (Antara Babel) - Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto
membalas komentar calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai
Republik Donald Trump yang akan meminta Meksiko membangun tembok
sepanjang perbatasan negara jika terpilih jadi presiden AS.
Miliarder kontroversial tersebut berjanji memberantas imigrasi ilegal dan menghina imigran Meksiko dengan menyebutnya sebagai pemerkosa, pelaku kriminal dan pengedar narkoba.
Digadang-gadang bakal menjadi calon presiden dari kubu Republik, Trump diprediksi akan bersaing dengan calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam pemilu presiden November mendatang.
"Tidak mungkin Meksiko mengeluarkan dana untuk tembok itu. Namun, keputusan apapun yang diambil di AS merupakan keputusan pemerintah AS," ujar Presiden Pena Nieto dalam sebuah wawancara dengan CNN yang dikutip AFP, Senin.
Namun Pena Nieto tidak secara terperinci membahas masalah janji kampanye Trump. Ia mengatakan hubungan AS-Meksiko sebenarnya didasarkan pada koordinasi, kolaborasi dan kerja sama tentang isu-isu keamanan.
Nieto sebelumnya pernah membandingkan retorika Trump dengan diktator Eropa Adolf Hitler dan Benito Mussolini.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016
Miliarder kontroversial tersebut berjanji memberantas imigrasi ilegal dan menghina imigran Meksiko dengan menyebutnya sebagai pemerkosa, pelaku kriminal dan pengedar narkoba.
Digadang-gadang bakal menjadi calon presiden dari kubu Republik, Trump diprediksi akan bersaing dengan calon presiden dari Partai Demokrat Hillary Clinton dalam pemilu presiden November mendatang.
"Tidak mungkin Meksiko mengeluarkan dana untuk tembok itu. Namun, keputusan apapun yang diambil di AS merupakan keputusan pemerintah AS," ujar Presiden Pena Nieto dalam sebuah wawancara dengan CNN yang dikutip AFP, Senin.
Namun Pena Nieto tidak secara terperinci membahas masalah janji kampanye Trump. Ia mengatakan hubungan AS-Meksiko sebenarnya didasarkan pada koordinasi, kolaborasi dan kerja sama tentang isu-isu keamanan.
Nieto sebelumnya pernah membandingkan retorika Trump dengan diktator Eropa Adolf Hitler dan Benito Mussolini.
Penerjemah: Alviansyah Pasaribu
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016