Koba (Antara Babel) - Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung gagal meraih penghargaan Adipura 2016 karena kerusakan lingkungan yang cukup parah.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Bangka Tengah Ali Imron, di Koba, Rabu, mengatakan tahun ini Bangka Tengah gagal meraih penghargaan Adipura karena ada dua penilaian yang tidak mencapai standar, yaitu masalah kerusakan lingkungan akibat tambang dan antisipasi bencana banjir serta kebakaran hutan.

"Bangka Tengah tersingkir dari nominasi peraih Adipura karena ada penambahan kategori penilaian yaitu masalah tambang dan bencana alam," ujarnya lagi.

Ia mengatakan, dua kategori tersebut membuat penilaian dari tim juri buruk karena daerah itu baru saja dilanda banjir, kebakaran hutan dan kerusakan akibat tambang yang sudah cukup lama.

"Awalnya kami optimistis akan meraih Adipura karena sudah mendapat poin penilaian 74, namun masuk dua kategori yang membuat nilai jatuh dan akhirnya tereliminasi," katanya.

Ali mengatakan, kategori penilaian kerusakan lingkungan akibat tambang bijih timah sangat menyulitkan daerah itu meraih penghargaan Adipura karena Bangka Tengah memang daerah pertambangan.

"Namun kegagalan meraih Adipura ini akan menjadi bahan evaluasi dan yang terpenting bagi kami semangat hidup bersih dan rapi dari masyarakat daerah ini tidak pernah pudar," ujar dia.

Menurut dia, semangat bersih dan rapi bukan karena Adipura tetapi kesadaran yang tinggi dan menjadi budaya di masyarakat.

"Selama ini masyarakat sudah memiliki kesadaran yang tinggi akan hidup bersih dan rapi, hanya saja terganjal meraih Adipura karena penambahan materi penilaian," kata dia pula.

Pewarta: Ahmadi

Editor : Mulki


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2016