Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Republik Indonesia melakukan penyusunan dokumen pengelolaan habitat pesisir, laut dan sumber daya perikanan serta pengendalian pencemaran laut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kajian difokuskan di Kepulauan Babel, karena provinsi ini berada di wilayah laut Cina Selatan," kata Koordinator Pengelolaan dan {encehagahan Kerusakan Kawasan Pesisir KLH, Adtyayuniati saat membuka workshop penyusunan TDA dan SAP di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan workshop dan focus group discussion terkait penyusunan dokumen Transboundary Diagnostic Analysis (TDA) dan Strategic Action Programme (SAP) ini berhubungan dengan pengelolaan habitat pesisir, laut, sumber daya perikanan, serta pengendalian pencemaran laut di Wilayah Kepulauan Bangka Belitung, agar penyusunan strategisnya sesuai dan tepat dengan kondisi daerah ini.

"Kita butuh data-data, analisi dan kajian agar kondisi laut di Indonesia khususnya Kepulauan Babel tetap terjaga dengan baik," ujarnya.

Ia menyatakan Kepulauan Babel merupakan wilayah kepulauan yang berada di wilayah Laut Cina Selatan, sehingga dibutuhkan kolaborasi semua pihak dalam menjaga lingkungan pesisir dan laut di daerah ini.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri, karena banyak negara di laut Cina Selatan ini, sehingga dibutuhkan data, kajian, analisis agar kondisi lingkungan lautnya tetap baik," katanya.

Ia berharap hasil dari kegiatan penyusunan TDA dan SAP di Kepulauan Babel ini nantinya bisa dijadikan dasar penyusunan kebijakan, sehingga kita bisa bekerja dengan baik, potensi laut bisa dimanfaatkan dengan baik dengan tidak merusak lingkungan.

"Dalam penyusunan TDA dan SAP ini, kita bekerja sama dengan IPB University dan pemerintah daerah di Kepulauan Babel, sehingga rencana aksi nanti bisa lebih baik tanpa merusak lingkungan pesisir dan laut di daerah ini," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Joko Susilo


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026