Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewaspadai masuknya penyakit Peste des petitis ruminants (PPR) domba yang dapat mengancam keanekaragaman hayati dan peternakan ruminansia kecil di daerah itu. 

"Saat ini wabah PPR ini telah menyerang Malaysia, Thailand dan 60 negara lainnya," kata Kepala BKHIT Provinsi Kepulauan Babel, Herwintarti di Pangkalpinang, Sabtu.

Ia mengatakan dalam mengantisipasi masuknya virus dan penyakit PPR pada ternak kecil seperti domba, kambing, babi dan lainnya ini, BKHIT Provinsi Kepulauan Babel memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mengawasi lalu lintas ternak dan produk peternakan lainnya di pintu-pintu masuk di daerah ini. 

"Potensi masuknya virus penyakit ini cukup besar, karena Babel merupakan wilayah kepulauan yang banyak pintu masuk resmi maupun tidak resmi," katanya.

Ia menyatakan dampak PPR ini diantaranya penyakit ini memiliki tingkat kematian yang tinggi yang mencapai 90 persen hingga 100 persen.  

Selain itu, PPR ini tentunya menimbulkan kerugian ekonomi. Misalnya, kehilangan ternak sebagai sumber penghasilan dan penurunan produktivitas ternak serta biaya tambahan untuk penanganan penyakit tersebut. 

"PPR ini tentunya dapat menjadi ancaman ketahanan pangan daerah, seiring berkurangnya pasokan protein hewani dan meningkatnya ketergantungan pasokan dari wilayah lain," katanya.

Ia mengimbau masyarakat khususnya peternak domba, kambing dan rumansia kecil lainnya untuk waspada dan mengenali gejala PPR ini.

Gejala PPR pada ternak tertular virus ini diantaranya demam tinggi, leleran mata dan hidung, sariawan,diare dan batuk serta ternak tersebut sulit bernafas.

"Penularan virus ini sangat mudah yaitu kontak langsung dengan ternak terjangkit, percikan lendir atau air liur, kotoran ternak dan peralatan serta alat angkut tercemar virus PPR ini," katanya.

Pewarta: Aprionis

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026