Aktivis lingkungan Muhammad Rosidi menjadi korban penyiraman air keras orang tidak dikenal pada Selasa malam (17/2) lalu sekitar pukul 22.24 WIB di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Akibat peristiwa tersebut, Rosidi yang aktif menyuarakan masalah lingkungan mengalami luka bakar cukup serius di bagian tangan, kaki dan selangkangan.

Saat di konfirmasi, Kamis (2/4), Rosidi mengatakan peristiwa tersebut terjadi, awalnya ia berada di Warung Kopi (Warkop) 77 di Jalan Sudirman, Toboali dan kemudian hendak menyusul temannya di Warung Kopi Ampera yang juga berada di Jalan Jenderal Sudirman, Toboali, dengan menggunakan kendaraan mobil.

Namun, saat tiba di Lampu Merah Simpang Ampera Jalan Jendral Sudirman Toboali, datang dua orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor matic dan secara tiba-tiba langsung menyiramkan cairan air keras kepada korban.

"Setelah menerima siraman tersebut, saya sempat mengejar kedua pelaku, namun kehilangan jejak, dan saya langsung menuju ke RSUD Junjung Besaoh di Bangka Selatan untuk mendapatkan perawatan," ujarnya.

Setelah kejadian tersebut, pada Rabu (18/2) sekitar pukul 02.00 WIB, istrinya langsung melaporkan peristiwa yang dialami korban ke Mapolres Bangka Selatan.

"Pada Selasa (31/3) kemarin, saya didampingi LBH Milenial Bangka Tengah diminta untuk klarifikasi dari pihak Polres terkait laporan penganiayaan penyiraman air keras yang saya alami," ujarnya.

Baca juga: Ahmad Sahroni minta polri ungkap kasus penyiraman air keras di Babel

Ia berharap kasus penyiraman air keras yang dialaminya sejak bulan Februari lalu bisa segera terungkap.

"Saya berharap pihak kepolisian bisa bergerak cepat dan profesional sehingga kasus penyiraman air keras ini bisa segera terungkap," ujarnya.

Ia menambahkan, akibat siraman air keras yang dialaminya, sampai dengan saat ini dirinya masih terus melakukan perawatan dan belum bisa beraktivitas seperti biasa.

"Kondisi saat ini belum betul-betul pulih, masih terus melakukan perawatan, dan rencananya ada operasi ulang menunggu rekomendasi dari LPSK," ujarnya.

Pewarta: Rusdiyanto

Editor : Feny Aprianti


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026