Pangkalpinang (ANTARA) - Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung terus mendalami kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis lingkungan Muhammad Rosidi di Toboali, Bangka Selatan yang terjadi pada Selasa malam (17/2) sekitar pukul 22.24 WIB.

“Peristiwa ini sudah berlangsung sekitar satu bulan lalu dan hingga kini masih terus kami kembangkan. Kami melakukan penelusuran, termasuk pemeriksaan CCTV, saksi-saksi, serta korban,” kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung Kombes Pol Agus Sugiyarso, Jumat, di Pangkalpinang, Bangka Belitung. 

Untuk pemeriksaan terhadap korban, lanjut Kombes Pol Agus, baru dapat dilakukan secara resmi setelah kondisi kesehatan korban membaik. 

Ia mengatakan pengungkapan kasus ini terkendala minimnya saksi karena kejadian berlangsung pada malam hari.  

“Saksinya sangat terbatas, pada intinya kami akan terus proses,” ujarnya.

Baca juga: Aktivis lingkungan di Bangka Selatan jadi korban penyiraman air keras, pelaku belum tertangkap

Baca juga: Ahmad Sahroni minta polri ungkap kasus penyiraman air keras di Babel

Penanganan perkara ini dilakukan oleh jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Polres Bangka Selatan.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pendalaman terhadap alat bukti yang sudah dikumpulkan.

Polisi juga telah mengamankan sejumlah rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian sebagai bagian dari barang bukti.

Sementara itu, Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Viktor T. Sihombing memberikan asistensi dan atensi khusus terhadap kasus ini. 

Polda Kepulauan Bangka Belitung memastikan akan terus memberikan perkembangan terbaru terkait penanganan kasus tersebut kepada publik.



Pewarta: Try M Hardi
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026