Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan sebanyak 13 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) aktif berkembang pada 2026 sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan pemberdayaan UMKM masyarakat.

Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, Sabtu, mengatakan pemerintah kota mendukung penuh program Presiden Republik Indonesia dalam pembentukan dan pengembangan koperasi di daerah.

“Kami Pemerintah Kota Pangkalpinang tentu sangat mendukung program-program Bapak Presiden untuk mendirikan koperasi-koperasi di Kota Pangkalpinang,” katanya usai mengikuti secara virtual peresmian Koperasi Merah Putih di kawasan Mandara, Pangkalpinang.

Ia menjelaskan, koperasi yang diresmikan kali ini merupakan koperasi kedua di Kota Pangkalpinang. Pemerintah kota menargetkan pembentukan dan pengembangan 13 koperasi aktif pada tahun depan.

“Target tahun ini ada 13 koperasi di Kota Pangkalpinang,” ujarnya.

Menurut dia, pemerintah kota telah menyiapkan lokasi strategis yang dilengkapi gudang dan gerai penjualan untuk mendukung operasional koperasi, sekaligus menjadi pusat pemasaran produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Kita tempatkan di lokasi strategis supaya hasil-hasil UMKM masyarakat bisa ditampung dan dipasarkan di koperasi,” katanya.

Selain bergerak di sektor perdagangan, koperasi juga akan disinergikan dengan sejumlah program pemerintah daerah, termasuk pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R).

“Kita siapkan juga koperasi untuk bersinergi dalam pengelolaan sampah di TPS 3R, sehingga koperasi ini tidak hanya mendukung program makan bergizi gratis, tetapi juga program-program lain,” ujarnya.

Saparudin menilai sektor perdagangan menjadi potensi utama koperasi di Pangkalpinang karena mampu menopang perekonomian masyarakat secara langsung melalui gerai penjualan yang disiapkan.

“Yang pasti sektor perdagangan kita optimalkan terlebih dahulu karena koperasi ini memiliki gerai penjualan,” katanya.

Untuk memperkuat tata kelola koperasi, Pemkot Pangkalpinang juga akan memberikan pelatihan manajemen usaha kepada pengurus koperasi, mulai dari produksi, operasional, pemasaran hingga pengelolaan keuangan.

“Kami siapkan pelatihan manajemen produksi, operasional, pemasaran dan keuangan agar pengurus koperasi memiliki SDM yang tangguh dalam mengelola usaha,” ungkapnya.

Ia optimistis program Koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat karena sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

“Ini program yang luar biasa, berbasis masyarakat dan sangat inline dengan visi misi kita untuk memberdayakan ekonomi masyarakat,” katanya.

Saparudin menambahkan, saat ini seluruh kelurahan di Kota Pangkalpinang telah memiliki koperasi.

“Sebanyak 42 kelurahan sudah ada koperasinya, tinggal bagaimana kita optimalisasi,” ujarnya.

Dalam pengembangannya, Pemkot Pangkalpinang juga akan menggandeng Askrindo untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pengurus koperasi, seiring adanya kerja sama dengan Askrindo pusat.

Selain itu, pemerintah kota akan mendorong produk-produk UMKM lokal masuk ke jaringan Koperasi Merah Putih guna memperkuat ekonomi masyarakat.

“Kita upayakan hasil produk UMKM masyarakat bisa masuk ke koperasi agar ekonomi masyarakat semakin bergerak,” kata Saparudin.

Pewarta: Try M Hardi

Editor : Bima Agustian


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026