Pangkalpinang (ANTARA) - Pemerintah Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melatih para ibu rumah tangga (IRT) mengolah pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomis dan bergizi, guna meningkatkan perekonomian masyarakat di daerah ini.

"Hari ini kita melatih 30 orang IRT mengolah singkong, ubi jalar ungu menjadi produk makanan yang bernilai ekonomi tinggi," kata Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang Yiyi Zilaida Dwitri di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan pelatihan pengolahan pangan lokal ini, sebagai langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam meningkatkan keterampilan masyarakat khususnya para IRT dalam mengolah bahan pangan asli daerah menjadi produk makanan bernilai ekonomis dan bergizi.

"Kita berharap dengan adanya pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan peserta dalam menyusun dan membuat makanan olahan yang aman, bergizi dan bernilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarganya," katanya.

Menurut dia, saat ini pangan lokal seperti ubi jalar ungu sudah dapat diolah menjadi pangan olahan dan minuman kekinian, yaitu es krim ubi. Sehingga, dapat meningkatkan nilai jual pangan lokal.

"Produk minuman berbahan dasar ubi jalar ungu ini merupakan sesuatu yang baru dan cukup diminati masyarakat, karena memiliki cita rasa yang enak dan bergizi," katanya.

Ia menambahkan Pemkot Pangkalpinang sebelumnya juga telah melakukan pelatihan pengolahan pangan lokal yang diikuti kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga  (PKK) se-Kota Pangkalpinang untuk mengolah singkong menjadi tepung tapioka.

"Pelatihan pengolahan singkong ini sebagai pengganti tepung terigu dan tepung beras untuk membuat berbagai aneka kue-kue dan jajanan lokal lainnya," katanya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026