Pangkalpinang (ANTARA) - Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rori Nahla Oktaviani menyatakan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Pangkalpinang telah menyerap 1.000 tenaga kerja lokal.   

"Alhamdulillah, Program MBG ini telah mampu menekan pengangguran di daerah ini," kata Rori Nahla Oktaviani di Pangkalpinang, Selasa. 

Ia mengatakan saat ini jumlah tenaga kerja lokal yang terserap di 20 SPPG se-Kota Pangkalpinang sudah mencapai 1.000 orang, sehingga dapat menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah ini.

Selain itu, Program MBG ini tidak hanya mengurangi angka pengangguran tetapi juga membantu pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) lokal dan suplayer-suplayer yang datang memasok kebutuhan SPPG di Kota Pangkalpinang ini.   

"Alhamdulillah, saat ini sudah banyak UMKM yang bekerja dan bermitra dengan SPPG, sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah ini," katanya.

Menurut dia sejak adanya Program MBG Presiden Prabowo Subianto, masyarakat khususnya anak-anak baru tamat sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat sangat antusias menjadi relawan SPPG ini.

"Saat ini banyak relawan SPPG berasal dari anak-anak baru menamatkan sekolah, warga yang sebelumnya bekerja di rumah makan, warung, kantin bekerja di SPPG ini," katanya.

Ia mengatakan saat ini jumlah SPPG di Kota Pangkalpinang sebanyak 20 SPPG. Sebanyak 19 SPPG sudah beroperasi, sementara satu masih dalam proses persiapan beroperasi melayani makanan bergizi gratis siswa di sekolah, balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

"Diperkirakan penerimaan relawan SPPG ini akan bertambah, seiring bertambahnya SPPG dan penerima manfaat dari Program MBG ini," katanya.



Pewarta: Aprionis
Uploader : Bima Agustian

COPYRIGHT © ANTARA 2026