Sebanyak dua calon haji asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendapat perawatan kesehatan intensif oleh tim kesehatan haji setelah diketahui mengalami kendala kesehatan di Tanah Suci, Makkah.
"Dua jamaah calon haji yang masing-masing atas nama Tuti Arbangatun rombongan 1 di regu 4 dan Sunardi Idrus Salim di rombongan 8 regu 31," kata Ketua Kloter 8 PLM Giapul Prabungga saat dihubungi dari Sungailiat, Senin.
Ia mengatakan dua calon haji terpaksa harus dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) meskipun tidak menjalani rawat inap.
"Kedua jamaah calon haji sudah kembali ke hotel tempat mereka menginap, dan diharapkan keduanya dalam kondisi sehat sampai menjalani puncak ibadah haji," kataya.
Ia memastikan semua calon haji mendapat layanan kesehatan maksimal oleh tim kesehatan haji Indonesia, bahkan dilakukan layanan pengawasan visitasi langsung ke kamar jamaah.
"Khusus jamaah calon haji usia lanjut, mendapat perawatan dengan dilakukan pengawasan visitasi langsung ke kamar hotel, tercatat 130 orang usia lanjut usia masuk di kloter 8 dari 444 orang jamaah calon haji," ujar dia.
Selain memberikan pelayanan kesehatan maksimal, pihaknya melakukan pendampingan aktivitas jamaah calon haji untuk menghindari pelanggaran yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi.
"Kami selalu memberikan pendampingan dan pembinaan, supaya semua jamaah calon haji benar-benar mengikuti petunjuk aturan yang sudah ditetapkan, karena diketahui aturan pemerintah Arab Saudi cukup ketat," katanya.
Untuk memastikan pelaksanaan puncak haji berjalan lancar, pihaknya sudah melakukan survei langsung ke Arafah, Muzdalifahz di Mina.
"Sesuai jadwal, semua jamaah calon haji akan masuk ke Arafah pada tanggal 25 Mei 2026 (8 Zulhijah 1447 H) dan melakukan Wukuf pada 26 Mei 2026," kata Giapul yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangka itu.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026