Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) selama Januari hingga Mei 2026 menangani 191 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meningkat dibandingkan sepanjang tahun 2025 sebanyak 167 karhutla.
"Selama periode Januari hingga Mei tahun ini kami telah menangani 191 kejadian karhutla dengan luasan 287,86 hektare," kata Karo Ops Polda Kepulauan Babel Kombes Pol Muhammad Akbar Thamrin saat Rakor Penanganan Karhutla Antisipasi Fenomena El Nino Godzilla Tahun 2026 di Pangkalpinang, Selasa.
Penanganan karhutla tersebut tersebar di Kabupaten Bangka sebanyak 30 kejadian dengan luasan karhutla 60 hektare, Bangka Barat 26 kejadian seluas 89,5 hektare, dan Bangka Tengah 16 kejadian seluas 9 hektare.
Kemudian di Kabupaten Bangka Selatan lima kejadian seluas 4,51 hectare, Belitung 77 kejadian seluas 86,8 hektare, Belitung Timur 36 kejadian seluas 100 hektare, dan Kota Pangkalpinang satu kejadian seluas satu hektare.
Sementara itu kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang 2025 sebanyak 167 kejadian dengan luas lahan terdampak seluas 189,821 hectare tersebar di enam kabupaten dan satu kota di Provinsi Kepulauan Babel.
"Selama periode Januari hingga Mei tahun ini kami sudah menangani 272 kejadian bencana hidrometeorologi yang didominasi banjir, cuaca ekstrem, dan karhutla," kata Muhammad Akbar Thamrin.
Ia mengakui data kejadian karhutla di Polda Kepulauan Babel ini tidak sama dengan data di BPBD Provinsi Kepulauan Babel, sehingga diperlukan sinkronisasi data untuk memperkuat penanganan bencana alam di daerah ini.
"Kami ingin dalam penanganan bencana alam ini, khususnya karhutla, berbasis data guna memperkuat langkah-langkah dalam mengantisipasi, mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini yang diperkirakan BMKG lebih panjang dan kering," katanya.
Editor : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2026