Pangkalpinang (Antaranews Babel) - Badan Pusat Statistik (BPS) Prpvinsi Kepulauan Bangka Belitung mencatat angka Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Babel 2017 menurun dari tahun sebelumnya, 83,00 menjadi 80,11.
"Tiga aspek yang memengaruhi penurunan angka IDI Babel, yakni aspek kebebasan sipil turun 4,58 poin (dari 87,65 menjadi 83,07), lembaga demokrasi turun 7,31 poin (dari 80,20 menjadi 72,89), dan hak-hak politik naik 1,21 poin (dari 81,09 menjadi 82,30)," kata Kepala BPS Babel Darwis Sitorus, di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menegaskan bahwa IDI adalah indokator komposit yang menunjukkan ingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yakni kebebasan sipil, hak-hak politik, dan lembaga politik.
IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017 masih mencapai 80,11 dalam skala 0 s.d. 100. Angka ini mengalami penurunan dari angka IDI 2016 yang sebesar 83,00.
Walaupun mengalami penurunan, capaian kinerja demokrasi Babel pada tahun 2017 masih berada pada kategori baik. Hal ini karena klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni "Baik" dalam indeks lebih dari 80, "Sedang" di indeks 60 s.d. 80, dan buruk dengan indeks kurang dari 60.
Baca juga: Nilai tukar petani Babel turun 0,76 persen
Fluktuasi angka IDI, lanjut dia, adalah cerminan situasi dinamika demokrasi di Indonesia. IDI sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia yang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi.
"IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian dan potret yang dihasilkan. Hal ini merupakan refleksi realitas yang terjadi di suatu daerah," kata Darwis.
Pada periode 2009 s.d. 2017, katanya lagi, aspek hak-hak politik menunjukkan kecenderungan makin meningkat. Sementara itu, aspek kebebasan sipil dan lembaga demokrasi cenderung berfluktuasi.
"Capaian aspek kebebasan sipil masih menjadi yang tertinggi daripada dua aspek lainnya," ujarnya.
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018
"Tiga aspek yang memengaruhi penurunan angka IDI Babel, yakni aspek kebebasan sipil turun 4,58 poin (dari 87,65 menjadi 83,07), lembaga demokrasi turun 7,31 poin (dari 80,20 menjadi 72,89), dan hak-hak politik naik 1,21 poin (dari 81,09 menjadi 82,30)," kata Kepala BPS Babel Darwis Sitorus, di Pangkalpinang, Selasa.
Ia menegaskan bahwa IDI adalah indokator komposit yang menunjukkan ingkat perkembangan demokrasi di Indonesia. Tingkat capaiannya diukur berdasarkan pelaksanaan dan perkembangan tiga aspek demokrasi, yakni kebebasan sipil, hak-hak politik, dan lembaga politik.
IDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 2017 masih mencapai 80,11 dalam skala 0 s.d. 100. Angka ini mengalami penurunan dari angka IDI 2016 yang sebesar 83,00.
Walaupun mengalami penurunan, capaian kinerja demokrasi Babel pada tahun 2017 masih berada pada kategori baik. Hal ini karena klasifikasi tingkat demokrasi dikelompokkan menjadi tiga kategori, yakni "Baik" dalam indeks lebih dari 80, "Sedang" di indeks 60 s.d. 80, dan buruk dengan indeks kurang dari 60.
Baca juga: Nilai tukar petani Babel turun 0,76 persen
Fluktuasi angka IDI, lanjut dia, adalah cerminan situasi dinamika demokrasi di Indonesia. IDI sebagai alat ukur perkembangan demokrasi yang khas Indonesia yang dirancang untuk sensitif terhadap naik-turunnya kondisi demokrasi.
"IDI disusun secara cermat berdasarkan kejadian dan potret yang dihasilkan. Hal ini merupakan refleksi realitas yang terjadi di suatu daerah," kata Darwis.
Pada periode 2009 s.d. 2017, katanya lagi, aspek hak-hak politik menunjukkan kecenderungan makin meningkat. Sementara itu, aspek kebebasan sipil dan lembaga demokrasi cenderung berfluktuasi.
"Capaian aspek kebebasan sipil masih menjadi yang tertinggi daripada dua aspek lainnya," ujarnya.
Editor : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018