Belitung (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat kota Tanjungpandan mengalami deflasi bulan ke bulan sebesar 1,56 persen pada periode Februari 2026.
"Tanjungpandan pada Februari mengalami deflasi bulan ke bulan sebesar 1,56 persen," kata Kepala BPS Belitung, Baiq Kurniawati di Tanjungpandan, Selasa.
Menurutnya, sedangkan secara tahun ke tahun kota Tanjungpandan mengalami inflasi sebesar 2,16 persen dan secara tahun kalender Tanjungpandan mengalami deflasi 0,77 persen.
Ia mengatakan, adapun andil penyumbang deflasi bulan ke bulan pada Februari kota Tanjungpandan pada Februari 2026 yakni Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 0,37 persen, daging ayam ras 0,35 persen, dan Sekolah Dasar (SD) 0,27 persen.
"Inflasi bulan ke bulan Februari 2026 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Jadi ada penurunan signifikan jika dibandingkan bulan sebelumnya pada Januari 2026 kota Tanjungpandan mengalami inflasi 0,81 persen" ujar dia.
Disampaikan, deflasi Tanjungpandan bulan ke bulan di Februari 2026 sebesar 2,16 persen tentunya dipengaruhi oleh sejumlah catatan peristiwa salah satunya adalah turunnya harga daging ayam ras menjadi Rp40 ribu per kilogram.
"Harga daging ayam ras menurun karena stok yang mulai stabil. Sebelumnya harga ayam ras melonjak akibat stok tipis pada Desember - Januari," katanya.
Catatan peristiwa lainnya, lanjut dia, adalah larangan pungutan uang komite sekolah pada jenjang PAUD, SD, dan SMP oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Belitung juga mempengaruhi kondisi perkembangan inflasi daerah.
"Sebagai gantinya komite sekolah hanya diperbolehkan melakukan penggalangan dana dalam bentuk sumbangan yang bersifat sukarela tidak mengikat serta tidak ditentukan besarannya maupun pembayaran," ujarnya.
Pewarta: ApriliansyahUploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026