Pangkalpinang (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyatakan jumlah penumpang angkutan laut antarpulau yang berangkat dari Kepulauan Babel pada Januari 2026 sebanyak 34.008 orang, atau turun 17,25 persen dibanding bulan sebelumnya 41.099 orang.

"Penurunan penumpang kapal, karena masyarakat yang melakukan arus balik Natal dan Tahun Baru lebih memilih menggunakan angkutan udara," kata Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Sugeng Arianto di Pangkalpinang, Senin.

Ia mengatakan penurunan jumlah keberangkatan penumpang angkutan laut ini terjadi pada seluruh pelabuhan di Babel dan penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Pangkal Balam 42,31 persen, Pelabuhan Tanjung Pandan 27,78 persen dan terendah di Pelabuhan Tanjung Kalian sebesar 12,47 persen. 

"Apabila dibandingkan bulan yang sama pada tahun lalu, arus penumpang yang berangkat tercatat mengalami penurunan 12,41 persen," katanya.

Ia menyatakan kedatangan penumpang angkutan laut untuk periode Januari 2026 sebanyak 28.532 orang atau turun 6,76 persen dibandingkan Desember 2025 sebanyak 30.602 orang.

"Penurunan kedatangan penumpang ini tertinggi pada Pelabuhan Tanjung Pandan sebanyak 40,09 persen, Pelabuhan Lainnya, sebesar 22,14 persen dan Pangkal Balam mencapai 15,40 persen," katanya.

Ia menambahkan secara garis besar pada Januari 2026, aktivitas keberangkatan penumpang melalui jalur laut lebih besar dibandingkan aktivitas kedatangan. Jalur masuk dan keluar paling sibuk adalah Pelabuhan Tanjung Kalian. 

"Mengingat jumlah yang cukup besar, pergerakan aktivitas pada pelabuhan ini memberikan efek cukup signifikan baik pada pergerakan kedatangan maupun keberangkatan jumlah penumpang," katanya.



Pewarta: Aprionis
Editor : Feny Aprianti

COPYRIGHT © ANTARA 2026