Suzuka, Jepang (Antaranews Babel) - Sebastian Vettel memerlukan keberuntungan di Grand Prix Jepang pada Minggu mendatang demi membuka harapannya yang makin menipis untuk meraih gelar juara Formula Satu kelima.

Bahkan kemenangan di Suzuka pun sebenarnya "terlalu sedikit, terlalu terlambat" bagi pebalap Jerman yang membela Tim Ferrari itu, karena saingan terberatnya Lewis Hamilton sudah unggul 50 dan hanya menyisakan lima balapan lagi.

Secara matematika sederhana, Hamilton, pebalap Inggris yang membela Marcedes itu, telah memenangi lima dari enam balapan terakhir, termasuk di Rusia akhir pekan lalu dan ia bahkan tidak perlu kemenangan lagi musim ini untuk meraih gelar dunia kelima.

"Mungkin beberapa trek berikutnya lebih cocok untuk kami, kami akan tahu ketika kami berada di sana," kata Vettel, yang sudah meraih lima kemenangan tahun ini.

"Kami harus terus mendorong dan mencoba. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di balapan selanjutnya.

Bos tim Ferrari Maurizio Arrivabene menyatakan ia lebih menyukai sirkuit Suzuka yang berkecepatan tinggi dibanding Silverstone, arena Grand Prix Inggris, dimana Vettel juara pada bulan Juli.

"Jika berjalan dengan baik, kita akan tahu bahwa, meskipun situasi sulit, kita masih memiliki alat yang tepat untuk berjuang sampai akhir," kata pria berkebangsaan Italia itu.

Di Sirkuit Suzuka tahun lalu, Hamilton tampil sebagai pemenang, a Vettel gagal menyelesaikan lomba, sementara Max Verstappen dan Daniel Ricciardo dari Red Bull berada di peringkat kedua dan ketiga.

Kali ini, Vettel akan berharap Red Bulls dapat kembali mengulangi sukses untuk membantu keberuntungannya.

Mantan juara itu menunjukkan kecepatan yang mengesankan di Rusia, meskipun penalti akibat masalah mesin membuatnya harus start dari baris belakang.

Meskipun Suzuka diharapkan sesuai dengan selera Red Bulls, Mercedes telah memenangi empat balapan terakhir di Jepang, tiga diantaranya Hamilton yang kembali menjadi favorit untuk memperpanjang dominasi.

Pewarta: -

Editor : Adhitya SM


COPYRIGHT © ANTARA News Bangka Belitung 2018