Jakarta, (ANTARA Babel) - Politikus senior Taufikurrahman Saleh menilai tepat langkah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang hendak mengusung Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur dalam pemilihan kepala daerah Jawa Timur, Agustus mendatang.

"Saya merasa lega kalau PKB mengusung Khofifah di pilgub Jatim. Langkah itu perlu diapresiasi," kata Taufikurrahman di Jakarta, Jumat.

Mantan Ketua Fraksi PKB di DPR RI ini mengungkapkan, keputusan PKB mengusung Khofifah yang merupakan kader tulen NU akan meningkatkan kepercayaan warga NU terhadap partai yang kini dipimpin Muhaimin Iskandar tersebut.

"Khofifah 100 persen kader NU. Kini Khofifah memimpin Muslimat yang merupakan ormas perempuan terbesar di Indonesia, terutama di Jawa Timur," kata mantan aktivis Ikatan Pelajar NU dan Gerakan Pemuda Ansor ini.

Namun, Taufikurrahman berpesan agar PKB bersungguh-sungguh dalam mencalonkan Khofifah agar impian Jawa Timur dipimpin kader NU menjadi kenyataan.

"Jadi jangan main-main. Semua potensi harus digerakkan agar menang. Elit dan warga NU juga jangan mudah dipecah belah kubu lawan," katanya.

Lebih lanjut alumni Universitas Airlangga ini menambahkan, NU sebenarnya punya banyak kader yang bisa diunggulkan di pilgub Jatim. Namun, lanjut dia, fakta membuktikan Khofifah adalah sosok yang kini punya kekuatan paling besar diantara kader NU lain, terutama di Jawa Timur.

"Realitas politik, Khofifah punya kekuatan politik paling besar saat ini.  Bahkan namanya juga disebut-sebut masuk bursa pilpres. Di Pilgub Jatim 2008 lalu, nyaris jadi gubenur. Ia hanya kalah dalam pilgub yang dinilai banyak kalangan penuh skandal dengan selisih suara sangat tipis," katanya.

Dikatakannya, Jawa Timur yang mayoritas penduduknya merupakan warga NU layak dipimpin oleh gubernur dari kalangan NU.

"Khofifah adalah figur yang sangat tepat. Selain dari kalangan Nahdliyin (sebutan bagi warga NU), Khofifah juga punya kemampuan menjadi pemimpin," kata salah satu pendiri PKB ini.

Dengan pengalaman yang dimiliki Khofifah, Taufikurrahman yakin mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan itu bisa membawa perubahan untuk masyarakat Jawa Timur.

"Banyak yang menantikan munculnya kembali Khofifah di pilgub Jatim karena masyarakat ingin perubahan. Selain itu, pilgub Jatim tak akan menarik tanpa kehadirannya. Hanya Khofifah yang bisa mengungguli Karwo," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPP PKB Imam Nahrawi menyatakan, jajaran DPP PKB sudah bulat untuk mengusung Khofifah untuk bersaing dengan Soekarwo, pejabat kini Gubernur Jatim yang mencalonkan lagi di pilgub mendatang.

"PKB sudah bulat mengusung Khofifah sebagai cagub. Kita tinggal menggelar rapat pleno saja," ujarnya saat sidak proyek Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPID) di Desa Pamotan, Kecamatan Porong, Sidoarjo, Kamis (3/1).



Editor : Ida

COPYRIGHT © ANTARA 2026