"Karena itu, Prabowo cenderung menyelesaikan persoalan bangsa dengan perubahan sistem dan mengambil jalan tengah. Sedangkan Jokowi menggunakan isu revolusi mental yaitu peningkatan kualitas pendidikan yang berkarakter,"
Jakarta (Antara Babel) - Direktur Madani Nusantara Prof Nanat Fatah Natsir menilai kedua calon presiden dalam debat kandidat Minggu malam (15/6) menggunakan pendekatan ilmu sosial yang berbeda yaitu Prabowo Subianto menggunakan paradigma struktural sedangkan Joko Widodo menggunakan paradigma kultural.


"Karena itu, Prabowo cenderung menyelesaikan persoalan bangsa dengan perubahan sistem dan mengambil jalan tengah. Sedangkan Jokowi menggunakan isu revolusi mental yaitu peningkatan kualitas pendidikan yang berkarakter," kata Nanat Fatah Natsir dihubungi di Jakarta, Rabu.


Presidium Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) itu mengatakan pendekatan yang dipilih Prabowo tercermin dari apa yang dia sampaikan yaitu intervensi langsung dari pemerintah dalam hal-hal tertentu seperti penanggulangan pengangguran dan kemiskinan.


"Prabowo juga mengambil sikap membela kepentingan petani dan nelayan dengan mengurangi impor luar negeri seperti beras, kedelai, garam dan lain-lain. Di samping itu, kebocoran yang terjadi disebabkan sistem pengelolaan keuangan yang tidak efektif dan efisien," tuturnya.


Menurut mantan rektor UIN Bandung itu, pendekatan yang dipilih Jokowi dengan solusi peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan karakter, dengan kurikulum pendidikan karakter mencapai 60 persen.

"Menurut saya itu cukup berbahaya bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seharusnya, antara pendidikan moral, akhlak, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kewirausahaan, berjalan proporsional dan seimbang," katanya.


Pemilu Presiden 2014 akan diselenggarakan pada 9 Juli dan diikuti dua pasangan calon presiden dan wakil presiden yaitu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dengan nomor urut satu dan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan nomor urut dua.


Pada Minggu malam (15/6), Prabowo dan Jokowi mengikuti debat kandidat dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Kesejahteraan Rakyat".

Pewarta: Pewarta: Dewanto Samodro
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026