Koba (Antara Babel) - Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung, membagikan 1.210 unit parangkap babi hutan untuk melindungi tanaman dari ancaman binatang itu.
"Perangkap babi hutan atau biasa dikenal dengan lapun itu kami serahkan kepada 14 kelompok tani yang tersebar di sejumlah desa," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bangka Tengah Mahmudin Ibrahim di Koba, Rabu.
Ia menjelaskan, perangkap binatang perusak tanaman itu dibagikan secara gratis kepada kelompok tani sesuai kebutuhan masing-masing.
"Namun setiap kelompok rata-rata mendapatkan 80 hingga 100 unit perangkap terbuat dari kawat baja tersebut yang selama ini cukup ampuh mengatasi ancaman babi hutan terhadap tanaman perkebunan karet, lada dan sawit," katanya.
Ia menjelaskan, perangkap babi hutan itu dibagikan kepada 14 kelompok di Desa Kayu Besi Kecamatan Namang dan Desa Trubus Kecamatan Lubuk Besar.
"Perkebunan petani di dua desa ini cukup luas, terutama sawit, karet dan lada sehingga permintaan terhadap perangkap babi hutan lumayan tinggi mengingat hewan perusak tanaman itu terus mengganas setiap hari," ujarnya.
Ia mengatakan, kelompok yang mendapatkan bantuan perangkap hewan dari kawat baja itu adalah mereka yang telah mengusulkan proposal kepada Dispernak Bangka Tengah.
"Kelompok yang menerima bantuan perangkap pada 2014 sudah memasukan proposal sejak lama dan baru sekarang terealisasi," ujarnya.
Ia mengatakan, dana untuk pembuatan perangkap dari kawat itu bersumber dari APBD Kabupaten Bangka Tengah untuk membantu petani dalam mengatasi hewan penganggu tanaman.
"Permintaan dari petani sangat banyak, namun belum semuanya bisa dipenuhi. Tentu dibantu secara bertahap karena memang ketersediaan barang terbatas," katanya.
