Kasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian Kabupaten Bangka, Krisna Ningsih di Sungailiat, Jumat, mengatakan 1.300 ekor lebih hewan kurban yang dilakukan pemeriksaan tersebut terdiri dari sapi dan kambing yang dijual oleh pedagang di enam kecamatan dari delapan kecamatan.
"Dari seluruh hewan kurban yang berhasil diperiksa, kami mendapatkan lebih dari 200 ekor yang sakit terutama didominasi pada kambing sakit dibagian kulit, mata dan mulut," jelasnya.
Dia mengatakan, hewan yang ditemukan sakit disarankan kepada pedagang untuk tidak menjualnya sebelum dilakukan pengobatan dan dinyatakan sehat.
Enam kecamatan yang sudah dilakukan pemeriksaan pada hewan kurban yakni, Kecamatan Sungailiat, Pemali, Riausilip, Belinyu, Puding Besar dan Bakam. Sedangkan untuk hewan kurban di wilayah Kecamatan Mendo Barat dan Kecamatan Merawang dilakukan sesuai jadwal berikutnya.
"Penyebab sakitnya pada hewan kurban dapat dipengaruhi kondisi cuaca, kepadatan baik saat dipasok dari luar maupun sudah dikandang," jelasnya.
Untuk membantu mempermudah masyarakat mendapatkan hewan kurban dalam kondisi sehat d itingkat pedagang, kata dia, hewan kurban yang sehat setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh tim kesehatan hewan diberikan tanda atau label kalung.
"Semua hewan kurban yang sudah dilakukan pemeriksaan dan dinyatakan sehat diberikan kalung sebagai tanda kalau hewan itu layak untuk dikurbankan," katanya.
Pewarta: KasmonoUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.