"Saya minta Dinas PU lebih memperketat pengawasan terhadap proyek pembangunan yang dikerjakan rekanan mereka untuk menghindari pekerjaan yang terkesan asal-asalan,"Sungailiat (Antara Babel) - Bupati Bangka, Provinsi Bangka Belitung, Tarmizi Saat meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) memperketat pengawasan terhadap rekanan kerja demi kelancaran pembangunan di daerah itu.
"Saya minta Dinas PU lebih memperketat pengawasan terhadap proyek pembangunan yang dikerjakan rekanan mereka untuk menghindari pekerjaan yang terkesan asal-asalan," kata bupati di Sungailiat, Rabu.
Ia mengatakan, kegiatan pembangunan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bangka cukup menguras anggaran APBD sehingga diharapakan hasilnya benar-benar maksimal.
"Semua pembangunan ini muaranya di PU, jadi jika terlambat dan hasil tidak memuaskan pasti Dinas PU yang dimarahi, karena itu perlu perencanaan yang matang," katanya.
Bupati juga menegaskan tidak ingin ada kesan Pemkab Bangka tidak mau membangun atau membangun setengah-setengah, karena setiap tahun biaya pembangunan infrastruktur terus dianggarkan dan diprioritaskan.
"Saya cukup mengapresiasi beberapa kegiatan pembangunan, terlebih lagi saat ini sudah mulai terlihat progresnya. Hal ini saya harapkan tidak hanya di awal kegiatan saja, tapi dioptimalkan betul hingga pekerjaan selesai dan tepat waktu," katanya.
Bupati juga meminta Dinas PU bisa menyiapkan pegawai dengan latar belakang teknis.
"Jangan yang administrasi saja, perbanyak latar belakang teknisnya, perlu kerja sama dengan UBB, Polman, berdayakan mereka yang baru lulus itu dan ke depan buka formasinya untuk membantu pemerintah," katanya.
Untuk ke depannya, kata bupati, APBD Kabupaten Bangka ditargetkan Rp1,3 triliun dan diperuntukkan bagi program-program yang strategis dan pelayanan kepada masyarakat.
"Sekarang ini pembangunan di Kabupaten Bangka banyak berorientasi pada sektor pertanian, perkebunan, jasa dan juga pelayanan publik," katanya.
Pewarta: Oleh: KasmonoEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.