"Kenaikan itu disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih besar jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian,"Pangkalpinang (Antara Babel) - Nilai tukar petani (NTP) Provinsi Bangka Belitung pada Juni 2014 tercatat 100,58 atau naik 0,47 persen dibanding bulan sebelumnya 100,11.
"Kenaikan itu disebabkan perubahan indeks harga hasil produksi pertanian yang lebih besar jika dibandingkan dengan perubahan indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga maupun untuk keperluan produksi pertanian," kata Kepala Badan Pusat Statistik Babel, Herum Fajarwati di Pangkalpinang, Kamis.
Ia mengatakan, kenaikan NTP Juni 2014 meliputi NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 0,89 persen, sebsektor peternakan 0,31 persen dan subsektor perikanan 1,15 persen, sedangkan penurunan NTP terjadi pada subsektor tanaman pangan sebesar 0,21 persen dan subsektor hortikultura 0,72 persen.
Sementara itu, indeks harga yang diterima petani (IT) pada Juni 2014 mengalami kenaikan sebesar 0,91 persen dibanding pada Mei 2014 dari 109,47 menjadi 110,47.
"Kenaikan IT terjadi di beberapa subsektor yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,25 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat 1,37 persen, subsektor peternakan 0,60 persen dan subsektor perikanan 1,49 persen," katanya.
Sedangkan pada Juni 2014 indeks harga yang dibayar petani (IB) juga mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen bila dibandingkan Mei 2014 dari 109,35 menjadi 109,83.
"Kenaikan IB terjadi di beberapa subsektor yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,47 persen, sebsektor hortikultura 0,42 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat 0,48 persen, subsektor peternakan 0,29 dan subsektor perikanan sebesar 0,34 persen," katanya.
Ia mengatakan, pada Juni 2014 dari lima provinsi di Sumatera bagian selatan (Sumbagsel), satu provinsi mengalami penurunan NTP yaitu Provinsi Sumatera Selatan (0,34 persen) dan satu provinsi tidak mengalami perubahan NTP yaitu Provinsi Bengkulu.
Sedangkan tiga provinsi mengalami kenaikan yaitu Provinsi Lampung (0,50 persen), Kepulauan Bangka Belitung (0,47 persen) dan Jambi (0,23 persen).
Pewarta: Oleh MulkiEditor : Aprionis
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.