"Saya ingatkan kepada tim pemenangan kedua pasangan capres dan cawapres, terhitung hari ini 6 hingga 8 Juli sampai menjelang pemilihan, setop kampanye,"
Sungailiat (Antara Babel) - Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengingatkan kepada tim pemenangan kedua pasangan calon presiden dan calon wakil presiden  agar tidak lagi melakukan kampanye pada masa tenang.

"Saya ingatkan kepada tim pemenangan kedua pasangan capres dan cawapres, terhitung hari ini 6 hingga 8 Juli sampai menjelang pemilihan, setop kampanye," kata Ketua KPU Kabupaten Bangka Zulkarnain di Sungailiat, Minggu.

Menurutnya, sebagai penyelenggara pemilu dan sebagaimana diatur dalam ketentuan PKPU Nomor 16 tahun 2014, tetang kampanye presiden bahwa pelaksaan kampanye berakhir pada Sabtu 5 Juli 2014.

"Batas waktu kampanye kedua pasangan capres dan cawapres sudah diatur dalam ketentuan yang ada, sehingga harus dilaksanakan pihak terkait," katanya.

Dikatakannya, selain larangan kampanye di masa tenang, tim pemenangan peserta pemilu juga memerhatian aturan lainnya di mana tidak diperbolehkan memasang alat peraga kampanye (APK) selain tempat yang sudah ditentukan.

"Selain sekretariat partai politik, pada masa tenang tidak ada lagi APK yang terpasang, kalaupun masih terdapat harus segera dilepas secara sukarela," ujarnya.

Zulkarnain mengatakan, pada masa tenang hendaknya dijadikan perenungan diri serta mempersiapkan mental untuk memilih capres dan cawapres pada 9 Juli 2014 sesuai dengan hati nurani masing-masing.

"Lebih pentingnya lagi agar kedua tim pemenangan hendaknya tetap mengedapankan rasa persatuan dan kesatuan, siapapun yang menang natinya harus kita dukung sebagai pimpinan negara," katanya.

Dia mengingatkan seluruh masyarakat yang masuk dalam DPT maupun DPK, agar menyampaikan pilihanya memilih capres dan cawapres sesuai dengan keinginannya.

"Luangkan waktu sebentar untuk datang ke TPS, pilihan masyarakat akan menentukan masa depan bangsa selama lima tahun ke depan," katanya.

Pewarta: Oleh: Kasmono
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026