"Sampai akhir tahun kami menerima jumlah tersebut dan sudah kami bagikan semua, atau secara persentase e-KTP yang sudah kami bagikan mencapai 33,36 persen dari jumlah wajib KTP berdasarkan kuota Kementerian Dalam Negeri," ujar Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Bangka Barat, Husnie Thamrin di Muntok, Kamis.
Ia menjelaskan, mekanisme pendistribusian e-KTP diserahkan sepenuhnya ke masing-masing kecamatan dengan harapan proses pendistribusiannya dapat berjalan cepat dan lancar.
"Pihak kecamatan akan memberikan surat pemberitahuan kepada warganya jika e-KTP sudah bisa diambil, waga tersebut wajib datang sendiri ke kantor kecamatan sekaligus pengecekan ulang data," ujarnya.
Menurut dia, dari 35.012 keping e-KTP yang sudah dibagikan tersebut dari Kecamatan Muntok berjumlah 6.376 keping, Simpang Teritip 1.847 keping, Jebus 4.417 keping, Kelapa 3.902 keping, Tempilang 2.726 keping dan Parittiga 15.744 keping.
Berdasarkan data wajib KTP kuota Kemendagri berjumlah 102.650 orang, terdapat di Kecamatan Muntok, 27.754 orang, Simpang Teritip 14.295 orang, Jebus 10.611 orang, Kelapa 17.756 orang, Tempilang 14.709 orang dan Parittiga 17.525 orang.
Sementara berdasarkan wajib KTP menurut data base Pemkab setempat terdapat 123.864 orang, yang terdapat di Kecamatan Muntok 33.476 orang, Simpang Teritip 17.180 orang, Jebus 12.841 orang, Kelapa 21.364 orang, Tempilang 17.664 orang dan Parittiga 21.339 orang.
"Untuk jumlah wajib KTP yang sudah terekam, di Bangka Barat sudah melebihi kuota Kemendagri yaitu 104.952 prekaman, berasal dari Muntok 26.649 perekaman, Simpang Teritip 15.464 orang, Jebus 11.676 orang, Kelapa 18.926 orang, Tempilang 14.994 orang dan Parittiga 17.243 orang," kata dia.
Ia mengatakan, ketika pengambilan e-KTP di masing-masing kantor kecamatan, orang yang bersangkutan wajib datang untuk mengaktifkan e-KTP dan tidak bisa diwakilkan.
"Sebelum diserahkan kepada, e-KTP akan diaktifkan terlebih dahulu dengan menggunakan sidik jari pemilik e-KTP, jadi mereka wajib datang mengambil sendiri," kata dia.
Editor : Ida
COPYRIGHT © ANTARA 2026