"Secara berkesinambungan, kita terus menggali potensi daerah sebagai program mempercepat kemajuan ekonomi masyarakat dalam berbagai sektor pembangunan daerah. Satu diantaranya melalui bidang percepatan pembangunan dan pengembangan peternakan di wilayah Bangka Belitung," kata Pj Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Yulizar Adnan, di Pangkalpinang, Kamis.
Program pembangunan yang dilakukan pemerintah dalam mengembangkan peternakan sapi dengan cara mengandalkan potensi lokal serta pemanfaatan kelembagaan yang ada sehingga mampu menggerakan potensi masyarakat daerah.
"Sangatlah penting upaya pemanfaatan kemampuan lokal yang berdaya saing dalam meningkatkan populasi ternak sapi melalui produktivitas dan perluasan sub sistem," katanya.
Populasi sapi di daearah Bangka Belitung sangat kecil, maka diperlukan upaya yang luar biasa atas ketergantungan daging sapi terhadap daerah lain.
Ini harus mendapatkan dukungan dari semua pihak, apa yang diberikan pemerintah berupa sapi harus dipelihara dengan sebaiknya hingga akhirnya berkembang selanjutnya dapat kembali digulirkan kepada kelompok lain.
"Terkhusus untuk petugas lapangan agar dapat melakukan pelayanan dengan baik kepada peternak, baik itu petugas peternakan, kesehatan atau penyuluh lapangan di dalam memberikan bimbingan dan pelayanan," ujarnya.
Maka, untuk mendukung percepatan dalam bidang peternakan sapi, Pemerintah Provinsi Babel mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mewajibkan setiap perusahaan sawit yang memiliki sepuluh hektare lahan produktif sawit untuk dapat berkontribusi dalam memelihara satu ekor sapi.
"Kebutuhan daging sapi masyarakat Bangka Belitung sebanyak 15.000 ekor sapi, artinya dengan luas lahan sawit produktif seluas 140 ribu hektare akan tersedia," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.