"Secara persentase pemilih yang tidak menggunakan hak pilih di daerah ini mencapai 30,49 persen dari 126.583 pemilih yang terdata dalam daftar pemilih,"
Muntok (Antara Babel) - Sebanyak 38.600 warga yang memiliki hak pilih di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung memilih untuk tidak melaksanakan haknya atau golput pada pemungutan suara Pemilu Presiden 9 Juli 2014.

"Secara persentase pemilih yang tidak menggunakan hak pilih di daerah ini mencapai 30,49 persen dari 126.583 pemilih yang terdata dalam daftar pemilih," ujar Ketua KPU Kabupaten Bangka Barat, Martono di Muntok, Jumat.

Ia menjelaskan, sebanyak 38.600 orang pemilih golput itu tersebar di seluruh enam kecamatan di daerah itu dengan jumlah variasi antarkecamatan.

"Paling banyak di Kecamatan Muntok yaitu sebanyak 11.299 orang yang tidak mencoblos, atau dari 32.309 pemilih yang terdata hanya 21.010 orang yang memilih," kata dia.

Untuk Kecamatan Simapng Teritip, dari sebanyak 18.175 orang terdata sebagai pemilih hanya 13.074 orang melaksanakan hak pilih sementara angka golput mencapai 5.101 orang, Kecamatan Jebus 13.299 pemilih dengan 9.629 pemilih mencoblos dan 3.670 golput.

Selanjutnya, Kecamatan Kelapa terdapat 21.894 warga terdata sebagai pemilih dengan 15.300 diantaranya memilih dan 6.594 golput, Kecamatan Tempilang 17.823 orang pemilih dengan 12.313 orang memilih sementara 5.510 lainnya golput.

Di Kecamatan Parittiga terdata 20.290 pemilih, 13.885 melaksanakan haknya dan 6.405 orang memilih golput.

Ia menambahkan, jika dihitung berdasarkan kelompok data pemilih, maka pemilih golput dalam DPT sebanyak 38.579 orang, DPTb tiga orang, DPK 12 orang dan DPKTb enam orang.

Pilpres 2014 yang diikuti dua pasangan calon berhasil digelar pada Rabu (9/7) secara serentak di daerah itu, dan berdasarkan rekapitulasi dari seluruh enam kecamatan sudah ditetapkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendapatkan 22.481 suara dan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla memperoleh 64.716 suara dari 87.197 jumlah suara sah.

Pewarta: Oleh Donatus Dasapurna Putranta
Editor : Aprionis

COPYRIGHT © ANTARA 2026