"Disini tim survey mengeluarkan 63 pertanyaan yang harus dijawab oleh koresponden atau pelaku dunia usaha, sebagai bahan penilaian tim survey," kata Sekretaris PHRI Babel, Wendo Irwanto di Pangkalpinang, Rabu.
Ia mengatakan, tim survey mengundang beberapa pelaku usaha dan organisasi dari Kamar dagang Industri (Kadin), PHRI, Perwira, Rey, Hipmi dan Perhotelan untuk menjadi koresponden dalam kegiatan survey tersebut.
"Beberapa pertanyaan yang diajukan tim survey yakni terkait kemajuan usaha, regulasi pemerintah, hingga bidang sosial dan politik," ujarnya.
Hasil dari survey tersebut akan dipersentasikan di Singapura pada November mendatang, sehingga nanti akan diketahui Babel berada diperingkat berapa untuk hasil survey tahun ini.
"Ditahun lalu Babel peringkat ke 21, meningkat dari tahun 2017 yang berada di peringkat ke 26. Namun untuk kondisi finansial, bisnis dan tenaga kerja, peringkat Babel menurun dari peringkat ke-15 menjadi peringkat ke-24," ujarnya.
Menurut Wendo, turunnya kondisi finansial, bisnis dan tenaga kerja karena kondisi pariwisata dan pertambangan yang masih saling tarik menarik.
"Ketika haail survey sudah keluar, kita harap peringkat Babel lebih meningkat dan kita mengetahui sektor mana peluangnya lebih bagus. Dari survey ini pemerintah juga bisa membuat regulasi agar iklim usaha di Babel lebih baik," ujarnya.
Pewarta: Elza ElviaUploader : Adhitya SM
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.